Pemkot Cilegon menggelar rapat bersama Pemanfaatan Aset di Aula Diskominfo Cilegon, Selasa (5/9/2023). foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon akan melarang truk galian pasir basah dan overtonase (kelebihan beban) melintasi dan parkir di Jalan Lingkar Selatan (JLS). Larangan truk overtonase melintas di JLS, lantaran selama ini truk galian pasir basah ini salah satu penyebab JLS rusak parah.

Plt Asda II Kota Cilegon Ahmad Aziz Setia Ade Putra mengatakan, selama ini Pemkot Cilegon telah banyak mengucurkan anggaran Rp 60 miliar untuk biaya perawatan JLS.  Namun, setelah diperbaiki, JLS mengalami kerusakan akibat dilintasi truk overdimensi yang mengangkut pasir basah.

“Kedepan, kita akan atur regulasinya terkait dengan pengendalian JLS. Di mana, selama ini untuk biaya perawatan JLS mencapai Rp 60 miliar. Biaya perbaikan ini tidak sedikit dikeluarkan. Jadi, kita (Pemkot Cilegon) akan buatkan aturan baru, truk overtonase tidak boleh melintasi JLS,” kata Azis kepada Selatsunda.com usai rapat koordinasi pemanfaatan JLS di Aula Dinas Kominfo Kota Cilegon, Selasa (5/9/2023).

Baca juga  Perdana, 50 Orang Warga Cilegon Dapat Kuliah Gratis di Universitas Terbuka Serang

Aziz menambahkan, kendaraan yang boleh melintasi JLS harus memiliki beban kurang dari 8 ton dan bukan truk galian pasir basah.

“Kita tidak bisa melarang orang berusaha. Tapi, pengusaha pun harus sama-sama menjaga aset yang sudah dibangun oleh Pemkot Cilegon agar tidak rusak. Jadi, harus kita atur kendaraan apa saja yang boleh melintas di JLS. Apabila, truk pasir ingin melintas ke JLS, akan ada petugas yang akan menjaga dan memantau. Petugas akan meminta sopir untuk memutar balik kendaraan tersebut untuk mengeringkan pasir yang dibawa oleh mereka,” tambah Aziz.

Aziz mengajak semua pihak untuk menjaga JLS supaya lebih awet. Apalagi, jalan sepanjang 15 kilometer tersebut sebagian di antaranya tengah diperbaiki hasil bantuan pemerintah pusat.

Baca juga  Selama Lebaran, Volume Sampah di Cilegon Naik Hingga 15 Persen

“Kita akan menata JLS supaya tidak cepat rusak, makanya untuk mengantisipasi masalah ini, agar jalan bisa awet, kita akan fokus tertibkan truk pasir dulu. Kalau angkutan industri saya kira mereka lebih tertib karena memperhatikan keselamatan,” pungkasnya. (Ully/Red)