CILEGON, SSC – Jalan Haji Leman di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon yang baru saja diperbaiki mengalami kerusakan. Jalan itu kembali rusak diduga warga dikerjakan asal-asalan oleh kontraktor.
Hal ini terungkap saat Komisi IV DPRD Kota Cilegon menggelar dengar pendapat dengan Perwakilan warga Kelurahan Gerem, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Cilegon serta kontraktor CV Aisar.
Tokoh masyarakat Gerem, Mohammad Nasir mempertanyakan, jalan yang baru saja diperbaiki mengapa terjadi rusak. Lantaran rusak, ia beranggapan, pihak DPUTR dan kontrkator tidak becus dalam memperbaiki jalan. Padahal, anggaran yang digelontorkan dari APBD 2021 untuk perbaikan jalan itu tidaklah sedikit atau sebesar Rp 3,1 miliar.
“Belum apa-apa sudah rusak seperti ini. Kualitas pekerjaanya seperti apa sih? Kok aspalnya udah mengelupas dan banyak yang berlubang-lubang? Ini sepertinya enggak serius untuk memperbaiki jalan di sini,” kata Nasir dalam paparanya di hadapan Komisi IV DPRD Cilegon, Kamis (16/12/2021)
Nasir menduga perbaikan jalan itu dikerjakan asal-asalan oleh pihak kontraktor karena tidak sesuai dengan ketentuan. Dia mencontohkan, perbaikan jalan semestinya ada pengerasan namun pada pekerjaan itu sama sekali tidak ada.
“Kami cuman minta satu, tolong perbaikan jalan ini lebih berkualitas. Tidak seperti ini. Belum apa-apa sudah rusak. Kami minta ini segera diperbaiki dengan segera,” ujar Naser.
Nasir juga mempertanyakan ke pihak proyek, jika pekerjaan perbaikan jalan tersebut tidak sesuai dengan RAB (Rencana Anggaran Belanja).
“Semestinya di beberapa titik musti dipadatkan. Tapi kita temukan ini tidak dipadatkan. Selain itu juga drainase jalan yang tidak memadai. Yang tidak sesuai RAB, harus sesuai RAB, agar jalan berkualitas. Makanya kami datang kesini agar DPRD dan DPUTR tahu kondisi di lapangan dan segera ditindaklanjuti,” paparnya.
Di tempat yang sama, Kepala DPUTR Kota Cilegon Heri Mardiana secara tegas akan mengevaluasi pekerjaan yang dilakukan oleh CV Aisar selaku kontraktor.
“Saya tidak mau hal ini terjadi. Sebab, apa yang dilakukan oleh pihak kontraktor justru pemerintahlah yang dirugikan. Saya berani marahin di sini (DPRD,red). Karena tanggung jawab ini ada di saya bukan di pihak penyedia,” tegas Heri.
Heri juga memastikan proyek perbaikan jalan ini akan terus diawasi hingga selesai. Ia telah meminta kepada kontraktor yaitu CV Aisar untuk menggarap proyek tersebut dengan baik.
“Kami akan tegas sesuai aturan kepada kontraktor,” ucapnya.
Komanditer CV Aisar Hari mengaku adanya masalah ini akan menjadi bahan evaluasi pihaknya. Permasalahan ini hanya kesalahan komunikasi saja. “Hanya miss komunikasi saja,” ucapnya.
Hari mengaku, berkomitmen untuk menyelesaikan progres pekerjaan hingga tuntas. Adanya jalan yang kondisinya masih rusak karena saat ini masih proses pengaspalan. “Kami akan selesaikan pekerjaan ini,” ucapnya.
Ketua Komisi IV DPRS Kota Cilegon Erik Airlangga mengatakan, pihaknya bersama DPUTR, perwakilan dari CV Aisar serta warga Gerem akan meninjau lokasi pengaspalan Jalan di Haji Leman pada Senin (20/12) mendatang.
“Kita akan meninjau lokasi untuk memastikan proyek berjalan dengan baik. Agar jalan tersebut bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak, serta masyarakat bisa merasakan jalan yang mulus untuk aktivitas sehari-hari,” pungkasnya. (Ully/Red)

