SERANG, SSC – Uji coba pemberlakuan sistem ganjil genap di jalur wisata Pantai Anyer saat akhir pekan berdampak terhadap anjloknya tingkat kunjungan wisatawan. Penurunan terbilang signifikan atau mencapai 70 persen dari biasanya.
Hal itu diungkapkan salah satu pengelola Pantai di Anyer, Rustam atas dampak sistem genap ganjil di jalur wisata Anyer.
“Dampaknya luar biasa mba dengan penerapan ganjil genap ini. Biasanya, pengunjung yang berlibur ke pantai bisa mencapai 100 persen. Dengan adanya ganjil genap justru anjlok banget,” kata Rustam kepada Selatsunda.com, Kamis (16/12/2021).
Menurutnya, penerapan ganjil genap ini dianggap memberatkan para pengusaha pantai.
“Berat banget mba. Apalagi waktu ada isu Cilegon mau ada tsunami 8 meter. Dan sekarang penerapan sistem ganjil genap. Kita mau gimana lagi jika ini sudah kebijakan dari pemerintah guna menekan penyebaran virus covid-19,” ujarnya.
Senada dengan Rustam, Regional General Manager Aston Anyer dan Cilegon Doddy Fathurrahman tak menampik jika dengan penerapan ganjil genap ini membuat pengunjug sepi.
“Kalau dibilang sepi, sepi banget. Yang biasanya di hari minggu itu masih ramai dari jam 17.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB, ini malah sepi. Kalau secara ekonomi sih saya anggap cukup miris tapi kalau untuk kesehatan tetap kami mendukung penerapan ini,” pungkasnya. (Ully/Red)

