Ilustrasi (Sumber foto: republika.co.id)

CILEGON, SSC – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon memperketat pengawasan terhadap sapi dan kambing dari Lampung jelang Hari Raya Idul Adha. Ini dilakukan agar hewan kurban yang dijual oleh para pedagang sehingga bebas dari Covid-19 (Virus Corona).

“Karena Covid-19 ini, kami lebih perketat pengawasan hewan kurban untuk kebutuhan Perayaan Idul Adha. Karena, yang biasanya hewan kurban datang dari Pulau Jawa, kondisi Corona, semua hewan kurban datang dari Lampung,” kata Kabid Peternakan dan Kesehatan pada DKPP Kota Cilegon Lira Yulianti kepada Selatsunda.com ditemui di Kantornya,” Kamis (9/7/2020).

Ia mengungkapkan, pengawasan itu dilakukan berdasarkan Surat Intruksi Walikota Cilegon nomor 003/2/1249/Ekbang tentang penyembelihan hewan qurban. Dimana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian diminta untuk melaksanakan monitoring dan memantau terhadap hewan qurban. Dinas juga melaksanakan pemeriksaan fisik secara menyeluruh hewan qurban untuk melihat apakah ternak dalam kondisi sehat dan tidak berpenyakit.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Pihaknya juga diminta untuk memberikan penyuluhan bahwa hewan qurban yang akan diperdagangkan harus menenuhi syarat Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).

Atas pengawasan tersebut, pihaknya meminta, pemilik sebelum sapi dan kambing diperjualbelikan harus memastikan dalam kondisi aman dan sehat. Hal itu dilakukan dengam cara pemilik mendapatkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) serta Surat Keterangan Status Reproduksi (SKSR) dari tempat hewan berasal.

“Jadi harus ada surat kesehatan dari Dinas Kesehatan di Lampung sebelum hewan tersebut dijual oleh pedang. Namun apabila pemilik/penjual hewan kurban tidak memiliki sertifikat sehat dari dinas Lampung, sapi dan kambing tak boleh dijual di Kota Cilegon,” sambung Lira.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

Senada dengan Lira, Kasi Pertenakan dan Kesehatan pada DKPP Kota Cilegon Dina Safitri pihaknya akan lebih memperketat pemantauan dengan pemeriksaan hewan kurban. Langkah ini dimaksudkan agar hewan kurban yang dijual dalam kondisi sehat dan layak sembelih.

“Koordinasi juga dilakukan melibatkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (Covid-19) sebagai antisipasi persebaran wabah tersebut,” pungkas Dina. (Ully/Red)