CILEGON, SSC – PT ASDP telah memutuskan tidak memperpanjang kontrak dengan PT Mata Pensil Globalindo selaku pengelola tiket elektronik (e-ticketing) di Pelabuhan Merak. Pemutusan itu disinyalir sejumlah perusahaan pelayaran di lintasan Pelabuhan Merak – Bakauheni berpotensi menimbulkan persoalan terutama saat Angkutan Lebaran 2018 yang akan dilaksanakan. Indikasi perubahan sistem itu, tiket penumpang rawan kecurangan atau kerap disebut dengan tiket muter.
“ASDP bukan bertambah maju tapi tambah mundur. Kembali ke sistem jaman dulu, tiket manual. Tidak ada sensor pengukur kendaraan di loket. Tidak ada dispenser di MB untuk mengecek tiket,” ungkap seorang perwakilan perusahaan pelayaran di Pelabuhan Merak yang enggan disebutkan namanya, Selasa (29/5/2018).
Sumber menyebutkan, pengalihan sistem itu terungkap ketika ASDP mengadakan rapat gabungan digelar di Pelabuhan Merak, kemarin. Pengalihan itu tidak lagi menggunakan mesin dispenser sebagai kontrol tiket. Menurutnya, itu disinyalir rawan dengan perputaran tiket ilegal.
“Gak ada dispenser lagi. Jadi dari sopir diserahkan ke petugas pelayaran, baru kemudian petugas pelayaran membawa tiket ke ruang GS (Gedung Sentral) ASDP,” ungkapnya.
Implementasi sistem baru itu, kata sumber, masih diragukan. Apalagi bila dilaksanakan pada saat angkutan Lebaran ini.
“Informasinya pakai anak perusahaan ASDP tapi ngga disebutkan perusahaan itu. Cuman sekarangkan sudah dekat Angkutan Lebaran, rawan tiket muter lagi,” paparnya.
Sementara itu, Ketua DPC Gapasdap Cabang Merak, Togar Napitupulu mengatakan, pengalihan sistem itu belum disetujui pihaknya karena perlu diuji coba. Bilamana implementasinya lebih buruk dari sistem sebelumnya dan dinilai merugikan perusahaan pelayaran, maka akan diprotes.
“Kalau kemarin waktu saya tanya itu (mesin dispenser) dipakai, mereka (ASDP) bilang tetap dipakai. Kalau ngga pakai, baru kita protes. Jangan sampai menimbulkan peluang – peluang baru untuk hal-hal yang tidak diinginkan. Kalau sistem sekarang malah lebih buruk, kita akan protes. Kita tunggu saja uji cobanya nanti,” paparnya.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak ASDP terkait pengalihan sistem e-ticketing itu. General Manajer PT. ASDP Merak, Fahmi Alweni yang dikonfirmasi belum bersedia menjelaskan lebih jauh.
“Besok saja dikonfirmasi,” pungkas GM singkat (Ronald/Red)

