CILEGON, SSC – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Cilegon menyoroti masih tingginya tindakan intimidasi yang dilakukan oleh salah satu pasangan calon (pasalon) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) untuk tidak netral dalam penyelenggaran pemugutan suara.
Ketua Bawaslu Kota Cilegon Siswandi menjelaskan, berbagai upaya yang dilakukan oleh pasalon untuk menekan ASN untuk memilih salah satu pasangan calon walikota dan wakil walikota.
“Tekanan dari pihak pasalon walikota dan wakil walikota yang menjadi sorotan kami (Bawaslu) dalam penyelenggaran pilkada ini.
Intimidasi dari tokoh-tokoh yang menjadi kaki tangan pasangan calon bisa saja intimidasi terhadap penyelenggara pemilu,” kata Siswanadi usai apel siaga di Alun-alun Kota Cilegon, Jumat (4/12/2020) kemarin.
Sis menambahkan, mobilisasi ASN untuk kepentingan kandidat tertentu pun sangat rentan terjadi jelang pemungutan suara. Hal itu jelas melanggar aturan. Tidak hanya aturan Pemilu tapi juga terkait netralitas ASN.
Sementara itu, fterkait potensi pelanggaran ketiga, yaitu politik uang, menyadari kerentanan pelanggaran tersebut, Bawaslu Kota Cilegon bersama jajaran dari level kecematan, kelurahan hingga pengawas TPS, bekerjasama dengan kepolisian serta kejaksaan akan melakukan patroli.
“Mulai besok patroli pengawasan anti money politic mulai besok sampai hari H,” ujar Siswandi.
Siswandi berharap baik para kandidat, partai pendukung, tim pemenangan, simpatisan, maupun masyarakat umum untuk tidak melakukan pelanggaran-pelanggaran tersebut.
Ia meminta keterlibatan semua pihak agar Pilkada Kota Cilegon berjalan lancar, aman, dan damai.
Disinggung terkait persiapan Bawaslu dalam menghadapi pemungutan serta penghitungan suara pada 9 Desember nanti, menurut Siswandi, apel siaga bersama polisi dan TNI sebagai salah satu bentuk persiapan.
Persiapan lainnya adalah segala persiapan berkaitan dengan mental serta fisik.
“Tetap menjaga kesehatan, nanti melakukan pengawasan secara melekat, dan kemudian persiapan terhadap pengawasan melekat secara profesional tentu dengan bekal pengetahuan yang ada di lapangan tentang pungut hitung dan rekapitulasi, serta pembinaan terhadap pengawas TPS,” paparnya.
Sementra itu, Kapolres Cilegon AKBP Sigit Haryono menjelaskan, kepolisian akan meberikan back up penuh kepada Bawaslu jika terjadi suatu hal yang bisa menghambat pekerjaan bahkan mengancam nyawa para pengawas.
“Prinsipnya, pada proses pilkada merupakan salah satu agenda pemerintahan dimana di setiap agenda pemerintahan TNI Polri wajib mendukung agenda pemerintahan,” ujarnya.
Menurut Sigit, bersama jajaran di Gakkumdu, kepolisian terus mengawal proses penyelenggaraan Pemilu, salah satunya dengan melakukan patroli di tengah-tengah masyarakat. (Ully)

