Kondisi sungai di Lingkungan Sukarela, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak dipenuhi timbunan sampah, Minggu (27/10/2019). Foto istimewa

CILEGON, SSC – Sungai sepanjang dari Gunung Batur hingga laut belakang Hotel Merpati tepatnya di Lingkungan Sukarela, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilego dipenuhi timbunan sampah. Kondisi ini dikeluhkan oleh warga sekitar karena menimbulkan bau dan lalat.

Tumpukan sampah ini hampir menutup dasar sungai. Setiap hari, sungai ini menjadi tempat pembuangan sampah oleh warga sekitar. Bahkan, hampir bertahun-tahun perhatian dari pemerintah setempat.

“Ini imbasnya ke warga. Baunya menyengat dan banyak lalat. Bahkan lalat-lalat ini menyebar ke rumah-rumah. Kami benar-benar terganggu. Sampai bertahun-tahun perhatian pihak kelurahan pun belum ada untuk mengeruk sampah di sini,” kata warg, Elly Nurlaeli (45) kepada Selatsunda.com, Minggu (27/10/2019).

Baca juga  RSUD Cilegon di Pusaran Bisnis RS Swasta, Pendapatan Drop 4 Tahun Terakhir, Semester I 2021 Hanya Capai Rp 26 Miliar

Ia menambahkan, pemerintah setempat semestinya lebih perduli terhadap kondisi tersebut. Apalagi beberapa bulan nanti masuk musim hujan.

“Semestinya ada perhatian lah. Minimal di keruk dengan beko gitu. Apalagi kan udah mau masuk musim hujan. Masa harus menderita dulu baru dibereskan, tambahnya.

Senada dengan Lelly warga lainnya, Erwin Syah meminta agar pemerintah dapat membantu masalah sampah yang dialami oleh warga Lingkungan Mekarsari.

“Kita sih hanya minta sungai ini untuk di normalisasi. Kalaupun Musrembangkel sudah lewat, tapi kenyamanan warga pemerintah pun harus mau bantu. Jangan mau Pilkada minta ke warga untuk mencoblos. Giliran udah jadi, justru sama warga,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Lurah Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Samlawi mengaku, jika kondisi ini sudah 2 tahun lalu dirasakan oleh warga yang tinggal tak jauh dari sungai tersebut.

Baca juga  Bareng-bareng Tanggulangi Pencemaran Laut, KSOP Banten Gagas Pengklasteran Pelabuhan

“Saya kan masih baru Mba. Tapi informasi dari warga, kondisinya udah lama dirasakan. Kami sih rencananya akan memanggil pihak PU (Pekerjaan Umum) untuk mengeruk sampah tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini