RSUD Cilegon ditunjuk jadi tempat isolasi mandiri pasien covid-19. Foto : istimewa

CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kota Cilegon Dana Sujaksani menyebut berdasarkan hasil evaluasi PPKM Darurat selama 15-25 Juli 2021, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR) rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 di Kota Cilegon mengalami penurunan 82,66 persen dari sebelumnya sebesar 96,36 persen.

“Dari hasil evaluasi yang kami lakukan, PPKM Darurat mulai dari 15 Juli hingga 25 Juli 2021 BOR di Cilegon terjadi penurunan  sebesar 1,37 persen,” kata Dana kepada awak media ditemui usia Rapat Gabungan Pembahasan RPJMD 2021-2026 di Aula DPRD Kota Cilegon,” Senin (26/7/2021).

Mantan Kepala Dinas Perhubungan ini merinci jika BOR di RSUD Cilegon turun 89 persen dari total 47 tempat tidur terisi hanya 38 orang.

Baca juga  Jelang Pemilu 2024, Partai-partai baru Sowan ke KPU Cilegon

Selanjutnya, Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon di ruang ICU terisi 50 persen dari total kamar 8 tempat tidur terisi hanya 4 orang. Untuk ruangan isolasi covid-19 di RS tersebut juga turun menjadi 68,8 persen dari total 90 tempat tidur terisi hanya 62 orang. Begitu juga sama halnya BOR di RS Kurnia yang berjumlah 15 tempat tidur juga mengalami penurunan.

“Ada penurunan cukup baik, mudah-mudahan ini pertanda baik dan keberhasilan PPKM,” ujar Dana.

Dana menilai penurunan kasus positif itu tidak terlepas dari upaya penyekatan dan pembatasan mobilitas dalam PPKM.

“Ini berkat keberhasilan semua pihak dan masyarakat Cilegon yang terus mengedepankan prokes. Dan kami harapkan, masyarakat terus menerapkan prokes ketat guna memutus penyebaran Covid-19,” jelas Dana.

Baca juga  Demo Hari Tani, Mahasiswa Cilegon Soroti Lahan Pertanian Menyusut Akibat Industri

Disiinggung soal kasus penyebaran covid-19, kata Dana, selain BOR, kasus penyebaran covid-19 di Cilegon juga mengalami penurunan selama PPKM diterapkan hingga saat ini. Di mana sebelumnya, jumlah terkonfirmasi covid-19 sebanyak 1360 turun sebanyak 530 menjadi 830 orang.

“Meski semuanya mengalami penurunan, tapi untuk angka kematian di Cilegon sampai saat ini tetap mengalami peningkatan. 1 hari saja, total yang meninggal dunia bisa mencapi 3-7 pasien yang meninggal akibat covid-19. Pada Minggu (25/7/2021) pasien yang meninggal di Cilegon telah mencapai diangka 327 orang. Tingginya angka kematian di Cilegon ini tengah kami lakukan kajian agar semua rumah sakit dapat menambah tempat tidur sehingga bisa menampung pasien terkonfirmasi Covid-19,” beber Dana. (Ully/Red)