CILEGON, SSC – Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon mendapatkan teror bom dari orang yang tidak bertanggung jawab. Kejadian itu terjadi pada Selasa (25/9/2018) sekitar pukul 14.38 WIB.
Kasat Sabhara Polres Cilegon AKP Faujan Afifi membenarkan, jika pihaknya mendapati laporan adanya ancaman bom di Kejari Cilegon. Tim Sabhara Polres Cilegon langsung melakukan pengamanan ke TKP (tempat kejadian perkara). Turut terjun Tim Gegana dari Polda Banten mensterilkan gedung dan para pegawai.
“Kami (Sabhara Polres Cilegon) dapat telepon dari pihak Kejari bahwa ada ancaman bom di sini, Kejari Cilegon melalui pesan singkat SMS (Short Message Service). Dari laporan Kejari ini, kita langsung datang ke TKP dan langsung mengamankan semua anggota di dalam Kejaksaan. Semua karyawan kita amankan dan, kita minta tim gegana Polda Banten untuk membantu mensterilkan lokasi,” ujarnya.
Ia memaparkan, penyisiran dan evakuasi turut dibantu oleh Tim Penjinak Bom (Jibom) Brimob Polda Banten untuk mensterilkan Kantor Kejari. Jibom menyisir ke seluruh gedung untuk memastikan keberadaan teror bom itu.
“Tim Gegana dari Brimobda Banten, menerjunkan 10 personil Jibom yang di bantu oleh tim Sabhara Polres Cilegon. Pengamanan khusus sih enggak ada, ini kan sudah steril, seperti biasa lagi aja,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Kejari Cilegon Andi Mirnawaty mengaku menerima pesan pendek teror bom dari pihak yang tidak Ia kenal. Atas kejadian itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menelusuri siapa yang meneror dengan pesan SMS itu.
“Kita lakukan evaluasi terlebih dahulu. Apakah hanya iseng saja atau bagaimana. Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak Polres Cilegon. Kalau pun dari hasil rapat perlu adanya pengamanan untuk gedung ini pasti akan kita lakukan,” ucapnya. (Ully/Red)

