SERANG, SSC – Kapolda Banten, Irjen Pol Fiandar mengatakan jajaran anggota yang ada dalam internal Polda Banten akan menjunjung tinggi sikap netralitas dalam pengamanan pilkada pada tanggal 9 Desember mendatang.
Pihaknya menyadari jika ada anggota tidak netral maka akan menimbulkan persepektif yang buruk di mata masyarakat. Maka penting bagi pihaknya untuk menyampaikan kepada seluruh anggota berprinsip menjaga netralitas dalam pilkada.
“Itu menjadi prinsip kita. Karena apabila tidak netral maka akan terjadi letupan-letupan dan ketidakpuasan dan menjadi kekecewaan salah satu calon. Sejak pilkada dimulai, penekanan Kapolri, penekanan institusi polri terhadap netralitas dari hal-hal yang kami (terima), selalu ditekankan dan kita awasi,” ujar Kapolda usai melaksanakan Apel Pengamanan Pilkada di Mapolda Banten, Senin (7/12/2020).
Sejauh ini, kata Kapolda, anggota yang tidak bersikap netral belum ditemukan pihaknya dalam pelaksanaan pilkada. Anggota tetap menjaga etika internal Polri.
Mengenai pengamanan pelaksanaan pilkada ini, pihaknya akan mengerahkan sebanyak 3.795 personel di 3 kota/kabupaten yang menjadi wilayah pengamanan hukum Polda Banten. Pengamanan ini juga dibantu sebanyak 1.074 prajurit TNI.
Sejauh ini pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU yang melaksanakan pilkada di Banten khususnya penegakan penerapan protokol kesehatan Covid-19 saat hari pelaksanaan pencoblosan.
Menurutnya, pelaksanaan pilkada kali ini berbeda dengan pilkada sebelumnya karena berkaitan dengan pandemi Covid-19.
Jika sebelumnya setiap TPS berkapasitas 750 pemilih namun saat ini jumlah TPS diperbanyak dan jumlah pemilih di TPS diturunkan dengan batas maksimal 500 pemilih dan dibagi menjadi lima segmen.
“Tinggal aparat kita dan kesadaran masyarakat menempatkan diri dalam menjaga jarak dan posisi yang ideal,” paparnya.
Ia berharap, jelang dan hingga hari pelaksanaan pemungutan suara pada pilkada ini tidak terjadi kecurangan ataupun gangguan ketertiban masyarakat. Hal itu diharapkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Lalu kecurangan yang timbul, misalnya menggunakan daftar nama ganda. Muda-mudahan tidak terjadi tahun ini, karena sistem yang ada,” harapnya. (Ronald/Red)

