CILEGON, SSC – Kapolda Banten Irjen Pol Fiandar mengajak masyarakat untuk membantu pemerintah menjaga kondusifitas Pilkada yang dilaksanakan di 4 kota/kabupaten di Provinsi Banten. Menurutnya peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam menciptakan pilkada yang aman, damai dan jujur.
Pilkada, kata Kapolda harus berjalan kondusif. Jangan sampai pilkada yang tidak jujur menimbulkan gesekan di masyarakat.
“Dalam perhelatan Pilkada tahun ini, saya berharap masyarakat dapat netral, damai, aman dan jujur. Jika dalam penyelenggara Pilkada tidak jujur dan mendukung salah satu calon, maka tidak menutup kemunginan akan terjadi serang menyerang dari salah satu lawan bakal calon itu sendiri sehingga membuat kegiatan pilkada panas dan tak kondusif,” kata Kapolda kepada awak media ditemui usai kegiatan Focus Group Discuscion yang digelar di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Rabu (28/7/2020).
Untuk menciptakan situasi kondusif, kata dua, seluruh elemen harus saling bekerjasama. Terutama bagi para Bakal Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah harus menunjukan jiwa kenegarawanan. Pilkada harus mengedepankan kepentingan masyarakat ketimbang egosentris.
“Tentunya kerjasama semua pihak dalam hal ini perlu dilakukan oleh suruh element masyarakat di Banten sehingga membuat Banten bisa aman dalam menyelenggarakan pilkada. Dibutuhkan jiwa-jiwa kenegarawanan dan tidak mengedepankan ego, itu menjadi kunci kelancaran dan keamanan Pilkada serentak 09 Desember 2020 di Banten yang digelar Desember 2020 nanti,” jelasnya.
Pihaknya mengaku hingga saat ini belum ada potensi-potensi gesekan yang menonjol di masyarakat tentang pilkada. Akan tetapi, Polda sudah mempersiapkan penanganan dengan kondisi terburuk dalam pelaksanaan Pilkada di Banten.
“Semua daerah kita waspadai, semua kita tangani secara merata, tidak ada eskalasi paling tinggi juga tidak, under estimate juga enggak boleh kita. Kita tetap memperkirakan kemungkinan terburuk. Pengamanan berbeda-beda, misalkan geografis jauh, maka diperkuat,” jelasnya. (Ully/Red)

