Plt Kepala BNN Kota Cilegon, Jemmy Suatan berfoto bersama dengan para undangan di salah satu hotel di Cilegon, Rabu (18/11/2020). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Penanggung Jawab Klinik Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cilegon Hayati Nufus mengungkapkan, kasus jumlah kasus narkoba jenis sabu-sabu pada tahun ini di Cilegon mengalami peningkatan dibandingkan tahun  2019. Meningkatnya jumlah kasus ini, karena para bandar memasok sabu dengan memanfaatkan masa pandemi Covid-19.

Ia memperkirakan, ditengah aparat berwajib sedang fokus mengurusi masalah Corona, bandar memanfaatkan momentum tersebut. Sehingga pengawasan terhadap peredaran narkotika menurun.

“Kalau dibandingkan 2019 lalu, 2020 ini jauh lebih banyak. Untuk data pastinya bisa ditanyakan ke bidang yang menangani pemberantasan. Tapi yang jelas, pengguna narkoba jenis sabu di tahun ini lebih tinggi. Kalau tahun lalu itu jenis obatnya tramadol itu pun penggunanya anak-anak,” kata Nufus kepada Selatsunda.com di temui usai Sosialisasi Skrining Narkoba Masyarakat di salah satu hotel di Kota Cilegon,” Rabu (18/11/2020).

Baca juga  Lahan Kuburan di Cilegon Bisa Tampung 700 Jenazah Pasien COVID-19

Lebih lanjut, Nufus sapaan akrabnya berdasarkan data yang dimiliki BNN Kota Cilegon pada 2019, pengguna sabu tercatat  sebanyak 5007 orang. Pengguna di setiap kecamatan tercatat antara 500 sampai 800 orang dan per kelurahan100 hingga 200 orang.

“Yang jelas data tahun ini lebih besar dari tahun kemarin. Tapi tahun ini belum keluar. Karena penelitianya belum keluar. Untuk batas usia pengguna sendiri 24 persen usia pelajar, 72 persen usia pekerja. Kebanyakan penggunanya jenis sabu-sabu dan sintetis,” lanjutnya.

Tingginya peredaran sabu, kata dia, karena Kota Cilegon berada di daerah perbatasan Pulau Sumatera dan Jawa. Ia menyatakan, pengguna untuk mendapat obat-obatan tersebut membelinya dengan harga sekitar Rp 500-600 ribu per 1/2 gram.

“Cilegon kan daerah perbatasan Jawa Sumatera jadi cukup mudah juga peredaran narkoba tersebut,” jelasnya.

Baca juga  Pencurian Modus Pecah Kaca Berkeliaran di Cilegon

Masih kata Nufus, alasan pasien menggunakan obat-obatan jenis sabu untuk menambah stamina dalam bekerja dan lebih percaya diri dalam menyelesaikan tuntutan dalam bekerja.

“Jadi mereka (pasien) menggunakan sabu itu agar stamina kerjanya lebih tinggi dan tidak mudah cape serta rasa kepercayaan dirinya pun lebih tinggi juga,” ujarnya.

Ia mengimbau, kepada masyarakat agar menghindari narkoba karena barang haram itu sangat berbahaya yang harus diperangi bersama.

“Efek narkoba sangat berbahaya bagi generasi muda dan merupakan musuh utama bangsa yang harus kita perangi secara bersama-sama. Ini sangat membahayakan untuk bangsa dan khususnya untuk generasi muda. Saya berharap masyarakat berperan aktif menginformasikan setiap ada peredaran atau informasi terkait narkoba,” tandasnya. (Ully/Red)