20.1 C
New York
Senin, Oktober 26, 2026
Beranda Peristiwa Kebakaran di Kota Cilegon Tembus 212 Kasus, Didominasi Lahan Kosong

Kebakaran di Kota Cilegon Tembus 212 Kasus, Didominasi Lahan Kosong

0
33
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Agus Ubaidillah. (Foto Ist)

CILEEGON, SSC – Kasus kebakaran di Kota Cilegon akibat El Nino Gozilla mengalami peningkatan. Sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat ada sebanyak 212 kejadian kebakaran.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Cilegon, Agus Ubaidillah mengatakan, jumlah kasus kebakaran hingga Oktober 2026 jika dibadingkan dengan tahun sebelumnya mengalami peningkatan. Dari jumlah 212 kejadian kebakaran, didominasi  kebakaran lahan kosong atau alang-alang.

“Jumlahnya saat ini melebihi dibanding tahun kemarin. Saat ini masuk Oktober sudah di angka 212 kejadian,” ungkap Agus, Senin (26/10/2026).

Dominasi kejadian kebakaran lahan kosong atau alang-alang, kata Agus disebabkan kelalaian atau kesalahan masyarakat. Ia menilai, hal itu terjadi karena tingkat kepedulian masyarakat masih minim.

“Kalau lahan kosong alang-alang, itu karena human error. Memang tingkat kepedulian yang masih minim. Misalnya masyarakat punya lahan kebon, dikumpulin, dibakar dan ditungguin. Ketika dibakar di kebon, orang tidak menunggu, sementara musimnya masih El Nino, angin kencang, bisa nyebar kemana-mana. Jadi kesimpulan kami lebih kepada kepedulian masyarakat untuk antisiapsi human error,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, kata Agus, pihaknya terus melakukan sosialisasi.

“Penyebab lebih kepada kurang kepedulian. Kepedulian ini mau tidak mau harus terus kita sosialisasikan. Sering kira bsosialisasi dan sosialisasi,” terangnya.

Fenomena El Nino Godzila, kata Agus diprediksi masih sampai November. Kebakaran di musim kemarau yang panjang ini masih berpotensi tinggi.

Pihaknya pun mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan. Pembakaran harus diawasi dengan ketat.

“Karena musim El Nino kita musti berhati-hatilah. Bagi yang punya lahan, kebon, saat mengumpulkan sampah untuk dibakar, harus benar-benar diawasi. Jangan ditinggalkan begitu saja. Ketika api membesar dan angin kencang, sementara kita tidak disitu, itu bisa merembet ke kebakaran lain,” ucapnya.

“Tetap harus hati-hati jangan dianggap remeh, jangan dianggap enteng. Kalau dianggap remeh, bisa berakibat fatal baik kerugian jiwa dan material,” pungkasnya. (Ronald/Red)