SERANG, SSC – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang gencar melakukan sosialisasi kepada tokoh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan konflik sosial. Hal itu dilakukan untuk menjaga kondusifitas serta menghindari konflik-konflik yang berpotensi terjadi di masyarakat.
Disampaikan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Serang, Alpedi usai memberikan sambutan kegiatan sosialisasi pengembangan wawasan kebangsaan dan penanganan konflik di ssalah satu hotel di Kota Serang, Rabu (11/3/2020).
“Kewaspadaan dini dan penanganan konflik ini penting sekali, karena kita ini harus semuanya itu dari masyarakat. Pemerintah Kota Serang tidak mungkin melakukan penanganan konflik secara langsung tanpa melibatkan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyatakan, pada dasarnya tatanan di masyarakat datang dari beragam lapisan baik budaya, agama dan sebagainya. Keberagaman lapisan diakui berpotensi terjadi konflik. Maka dari itu, sosialisasi tersebut sangat penting dilakukan. Dengan cara membina, membimbing serta memberikan pengetahuan dalam menjaga persatuan di masyarakat sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 46 Tahun 2019 tentang kewaspadaan dini di Daerah.
“Beraneka ragam yang ada hidup di Kota Serang ini berbagai latar belakang budaya, agama dan lain sebagainya. Potensial menimbulkan konflik. Untuk supaya tidak menimbulkan konflik, maka harus diberikan pemahaman, bahwa perbedaan itu keniscayaan. Kita harus hidup berdampingan damai dengan beragam perbedaan tadi,” paparnya.
Bila pondasi sudah kokoh, masyarakat terutama orang berpengaruh di lingkunganya mampu mengaplikasikanya dan bisa menangani konflik antar masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah dibimbing, dibina untuk hidup berdampingan dengan damai dengan mengetengahkan bahwa kita itu harus beda dan memang beda mudah-mudahan mereka bisa mengendalikan dirinya dan kelompoknya dan berharap Kota Serang damai, aman kondusif tidak terjadi konflik,” jelasnya.
Sementara, Walikota Serang, Syafrudin mengatakan hingga saat ini Kota Serang masih kondusif karena tidak memasuki tahun politik.
“Sebenarnya Kota Serang tidak terlalu khawatir, artinya tahun ini tidak ada Pilkada, Pilgub maupun Pilwalkot, akan tetapi memang sebearnya yang agak riskan itu yang ada pemilihan kepala daerah,” ujarnya.
Namun, kata dia, kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan. Agar kondisi Kota Serang tetap aman, kondusif dan stabil dan terhindar dari konflik.
“Sekalipun tidak ada kewaspadaan dini itu harus kita ciptakan, karena keadaan kemarin, keadaan sekarang dan keadaan yang akan datang itu juga harus kita kaji dan ya perlunya sosialisasi ini adalah untuk kewaspadaan dini agar stabilitas dan kondusifitas masyarakat terjaga,” pungkasnya. (MG-01)

