Kepala DP3AKB Kota Cilegon, Heni Anita. (Foto Dok Elfrida Ully/Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Cilegon mencatat keterwakilan perempuan di legislatif Kota Cilegon belum mencapai 30 persen.

Kepala DP3AKB Cilegon Heni Anita Susila mengatakan, keterwakilan perempuan di DPRD Cilegon pada periode 2019-2024 hanya mencapai 10 persen. Dari total 40 anggota DPRD, keterwakilan perempuan hanya 4 orang.

Jumlah ini juga turun dibandingkan periode 2014-2019. Pada periode itu dengan jumlah 35 kursi, keterwakilan perempuan mencapai 7 orang atau sebanyak 17 persen.

“Pada Pilkada 2019-2024 hanya ada 4 anggota perempuan yang berhasil di kancah politik. Tahun ini memang ada penurunan 7 persen dari tahun sebelumnya,” kata Heni kepada wartawan usai workshop leadership dan keterwakilan perempuan dalam politik di salah satu hotel di Cilegon, Kamis (26/8/2021).

Baca juga  PTM Berjalan Tiga Pekan, Dindik Cilegon Klaim Tak Temukan Klaster Sekolah

Heni menuturkan, salah satu penyebab menurunnya keterwakilan perempuan di dunia politik ini, karena, kurang mendapat dukungan dari keluarga.

“Faktornya banyak. Tapi yang jelas, pihak keluarga kurang mendukung jika salah satu keluarga maju ke dunia politik,” tutur Heni.

Dengan melihat hal tersebut, kata Heni, pihaknya melaksanakan workshop terkait leadership (kepemimpinan) dan keterwakilan perempuan dalam dunia politik. Hal itu untuk memotivasi agar tetap konsisten dan dapat berkontribusi dalam pembangunan Cilegon melalui politik.

“Tujuannya memotivasi dan mendorong agar perempuan tetap konsisten di bidang politik, sekalipun belum bisa berkontribusi di parlemen atau di dewan,” ujarnya.

“Mendorong mereka untuk berpartisipasi di Pileg (Pemilihan Legislatif) nanti di tahun 2024,” sambungnya.

Selain itu, Heni mengatakan, pihaknya akan rutin melaksanakan kegiatan dan sosialisasi agar perempuan tidak takut berkiprah di dunia politik.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

“Perempuan di Cilegon itu di dorong, supaya yang 30 persen di parlemen itu tercapai targetnya. Karena, perempuan punya hak yang sama dalam pembangunan, sebagai pelaku pembangunan, juga sebagai yang menikmati hasil pembangunan,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Cilegon Nurrotul Uyun mengatakan, tidak sulit dalam berkarir di dunia politik, asalkan mendapat dukungan penuh dari keluarga.

Politisi PKS ini menyatakan, seseorang untuk terjun di dunia politik harus siap berbagai hal baik berkompetisi, bertarung dalam kancah pileg dan siap jadi pemenang.

“Aktifitas secara waktu pasti berbeda, lebih bahkan sangat dinamis, waktunya kapanpun harus siap. Nah itu adaptasi yang tentu harus disiapkan oleh para perempuan,” pungkasnya. (Ully/Red)