Satreskrim Polres Cilegon mengamankan seorang ibu yang hendak mengubur bayi saat di Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan, Jumat (27/8/2021). Foto Ully/Selarsunda.com

CILEGON, SSC – Warga Lingkungan Kranggot, Kelurahan Sukmajaya, Kecamatan Cilegon digegerkan dengan seorang ibu, DR (32) yang hendak mengubur bayinya diam-diam, Jumat (27/8/2021). DR tega melakukan itu diduga ditolak kekasihnya karena bayi yang dikandungnya.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat di Tempat Pemakaman Umum Jambal Lintang, Jombang.

Wakil Ketua RT 01 RW 04 Lingkungan Kranggot, Rosidin mengatakan, kejadian tersebut kepergok oleh seorang warga bernama Ali. Saat itu, sang ibu bertemu Ali meminta tolong untuk mengubur bayinya yang telah dimasukan ke dalam plastik hitam. Ali yang curiga dengan itu kemudian menolaknya dan melaporkan kejadian tersebut ke warga setempat.

“Jadi dia bertemu Ali meminta tolong menguburkan anaknya di kuburan ini. Tapi ditolak, karena takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Ibu dan jasad bayi langsung dibawa dan diamankan ke rumah warga,” ujarnya Rosidin di lokasi.

Baca juga  Begini Tanggapan Walikota Helldy Komentari Pernyataan Iman Ariyadi

Saat ditanya warga, ibu itu mengaku bayinya telah meninggal saat baru berumur 1 hari. Ibu itu mengaku, tega mengubur bayi awalnya karena ditolak oleh pacarnya yang baru beberapa bulan dikenalnya di medsos.

Kala menjalin hubungan, wanita yang bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di Legok, Kabupaten Serang itu ketahuan oleh pacarnya karena telah mengandung bayi hasil hubungan gelap dengan pria lain.

Diduga depresi karena ditolak kekasihnya, ibu tersebut terdorong untuk mengubur bayinya diam-diam.

“Pengakuan dari ibu bayi ini, dia punya pacar bernama Abdullah yang berprofesi sebagai kuli bangunan di Serang. Kenal sama pacarnya lewat media sosial selama 2-3 bulan. Karena tahu dia ini hamil, pacarnya langsung kabur ninggalin dia,” katanya.

Baca juga  Lapas Cilegon Butuh Bantuan Pemkot  Pasarkan Hasil Karya Narapidana

Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwajib. Saat ini, kasus telah ditangani oleh Satreskrim Polres Cilegon.

“Tim Forensik Polres Cilegon telah mengevakuasi jasat bayi tersebut ke RSUD Cilegon untuk di autopsi. Sementara untuk ibu pemilik bayi telah dibawa ke Polres Cilegon untuk dimintai keterangan,” pungkasnya. (Ully/Red)