CILEGON, SSC – Ketua DPD II Partai Golkar Kota Cilegon, Ratu Ati Marliati menyatakan tidak akan maju menjadi bakal calon walikota Cilegon pada Pillkada Kota Cilegon 2024. Hal ini dikatakannya dengan pertimbangan.
Mantan Wakil Walikota Cilegon ini menyatakan tidak akan maju menjadi bakal calon wali kota karena ingin memberi kesempatan kepada kader potensial partai yang lain.
Kemudian Ati tidak maju di Pilkada Cilegon demi menjaga etika dalam berpolitik. Karena saat ini Rizki Khairul Ichwan yang merupakan putranya akan duduk di DPRD Kota Cilegon. Kemudian juga adiknya, Ratu Amelia Hayani juga akan duduk di DPRD Banten.
“Saya katakan, bahwa Golkar hari ini, ibu kemungkinan besar tidak akan maju. Saya katakan, saya tidak akan maju sehingga saya memberi kesempatan,” ungkap Ati kepada awak media usai Kegiatan Buka Puasa Bersama di Kantor DPD Golkar Cilegon, Kamis (4/4/2024).
“Karena Alhamdulillah, anak Ibu, Kiki sudah ada di legislatif dan Amelia. Kita ingin demokrasi ini berjalan baik,” sambungnya.
Ati menyatakan, tidak maju di Pilkada Cilegon sebagai bentuk perimbangan dan ingin memberikan contoh demokrasi yang baik.
Sikap untuk tidak maju di Pilkada, kata Ati, telah dipertimbangkannya cukup lama. Ia katakan hal itu bagian dari strategi. Golkar Cilegon tiap berjalannya pesta demokrasi Pemilu selalu melakukan evaluasi. Kala pada Pilkada 2020 lalu dirinya dimandatkan untuk menjadi calon walikota namun tidak terpilih, Golkar melakukan evaluasi. Saat ini Golkar Cilegon bangkit dan terdapat kader-kader yang akan duduk di legislatif.
Karena keberhasilan di Pileg dan Golkar Cilegon menjadi partai pemenang, kata Ati, dia akan berkonsentrasi atau fokus di partai saja.
“Ibu akan fokus di partai dan lainnya. Saya akan membesarkan partai lebih baik lagi,” ungkapnya.
Mengenai muncul baliho anggota DPRD terpilih, Robinsar untuk maju sebagai bakal calon walikota, Ati mengatakan, Golkar begitu terbuka. Partai Golkar terbuka dan tidak melarang kadernya untuk mencalonkan diri.
“Tiba-iba muncul Robinsar ingin maju, boleh saja. Muncul pak Isro, atau yang lain, boleh saja. Jadi kita memberikan kesempatan yang cukup baik dari Golkar,” terangnya.
Meski sudah muncul beberapa nama bakal calon, kata Ati, penentuannya tetap melalui mekanisme. Ia mengungkapkan, penggodokkan bakal calon akan dilakukan dalam waktu dekat lewat Rapat Pimpinan Daerah Golkar Cilegon.
“Iya (akan diagendakan Rapimda). Kita akan mengumpulkan nanti pengurus. Perlu komunikasi yang baik. Sebagai seorang calon pemimpin bukan hanya di masyarakat, tetap juga kendaraan yang digunakan tetapi dikomunikasikan, ada legal formalnya,” pungkasnya. (Ronald/Red)

