Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten kembali memfasilitasi penukaran uang pecahan baru melalui mobil kas keliling di wilayah Kota Cilegon, Kamis (4/4/2024). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Banten membuka kas keliling penukuran uang baru saat Idul Fitri terletak di Pelabuhan Merak, Banten.

Pantauan Selatsunda.com, kas keliling BI dibuka sejak pukul 09.00 WIB. Warga sudah mulai memadati kendaraan BI yang telah terparkir tak jauh dari Kantor Danlanal Banten.

Fatma, warga Cilegon mengatakan, dirinya sudah mulai datang ke mobil kas keliling pada pukul 08.00 WIB. Ia hendak menukarkan pecahan Rp 5.000 uang baru.

“Tadi jam 08.00 WIB udah datang meskipun mobil kas keliling jam 09.00 WIB. Jam 08.00 WIB pagi pun sudah banyak yang datang. Saya kira, kepagian datangnya rupanya ada yang lebih pagi lagi,” kata Fatma kepada Selatsunda.com ditemui Pelabuhan Merak,” Kamis (4/4/2024).

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Fatma menambahkan, saat ini dirinya menukarkan uang pecahan baru Rp 5.000 dan Rp 1.000 dengan total Rp 3,6 juta.

“Lumayah buat ngasih-ngasig ke bocil (anak-anak) lebaran. Tahuh ini saya ke mobil kas BI, tahun kemarin ke BJB,” tambahnya.

Sementara itu, Kasir Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten, Tedy Wahyudi mengungkapkan, menyampaikan pihaknya telah menyiapkan sebanyak 300 kuota penukaran.

“Pada hari ini, kita membuka kuota sebanyak 300 kuota secara online di website pintar.bi.co.id. Penukaran uang pecahan baru sendiri dibuka sejak pukul 09.00 WIB – 14.00 WIB,” ujar Tedy.

Sementara ini pukul 12.00 WIB, kata dia, sudah ada 200 warga yang telah menukarkan uang pecahan baru.
“Penukarannya relatif, paling banyak uang pecahan Rp 10 ribu sampai pecahan Rp 1000 yang diminati warga sini,” ungkapnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Selain membuka layanan bagi para warga yang mempunyai tiket penukaran yang didapat secara online.
Pihaknya juga akan membuka secara offline, apabila kuota yang tersedia masih ada.

Hal itu dilakukan apabila ada masyarakat yang sudah memiliki tiket penukaran, namun tidak bisa datang ke lokasi.
Sehingga sisa kuota tersebut akan dialokasikan kepada masyarakat yang datang ke lokasi namun tidak memiliki tiket penukaran.

“Kalau kita lihat, antusias masyarakat di sini sangat tinggi, karena memang ini moment setahun sekali, sepertinya bukan hanya di sini, tapi hampir di semua wilayah juga sama,” tandasnya. (Ully/red).