DPD II Partai Golkar Cilegon mengadakan kegiatan Buka Puasa Bersama di Kantor DPD II, Kamis (4/4/2024). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC –  Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Cilegon 2024 kian ramai saat ini. Setelah sebelumnya DPP Partai Golkar menugaskan Ketua DPD II Partai Golkar Cilegon, Ratu Ati Marliati dan Ketua DPRD Kota Cilegon, Isro Mi’raj sebagai Bakal Calon Wali Kota  memenangkan Pileg dan Pilpres serta meningkatkan citra diri. Belakangan ini muncul Caleg DPRD Kota Terpilih dari Partai Golkar, Robinsar yang namanya meramaikan bursa bakal calon walikota Cilegon.

Mengenai tiga nama yang mencuat tersebut, DPD I Partai Golkar Provinsi Banten angkat bicara. Sekretaris DPD Partai Golkar Banten, Bahrul Ulum mengatakan, sampai saat ini DPP  hanya memberikan dua surat penugasan bakal calon walikota kepada dua kader Golkar Cilegon, yakni Ratu Ati Marliati dan Isro Mi’raj. Dalam penugasan itu, kata Ulum, DPP akan mengevaluasi.

Ulum menjelaskan, persoalan nanti bagaimana dinamika politik di Cilegon mengalir kuncinya Golkar harus meraih kemenangan di Pilkada Cilegon. Ia menerangkan, proses pada dinamika politik itu nantinya yang menentukan siapa yang akan diusung jadi bakal calon walikota.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Persoalan kemudian nanti dinamika di Kota Cilegon seperti apa baiknya, yang pasti kuncinya, bagaimana Golkar meraih kemenangan di Kota Cilegon, itu kuncinya. Persoalan siapanya, dinamika di tingkat Kota Cilegon yang akan menjadi bagian dari proses penentuan siapa yang akan diusung,” kata Bahrul Ulum kepada awak media ditemui usai Buka abersama di DPD II Partai Golkar Cilegon, Kamis (4/4/2024).

Ulum menerangkan, surat tugas yang sebelumnya diberikan DPP kepada bakal calon walikota adalah langkah awal atau pembukaan bagi bakal calon untuk memenangkan Pileg, Pilpres dan meningkatkan citra dirinya. Ketika surat tugas itu berjalan dalam proses pelaksanaannya lalu kemudian muncul figur kader yang lain, kata Ulum, Golkar terbuka dengan hal itu.

“Golkar membuka itu selama pada saat proses penentuannya, hasil survei, masyarakat menentukan siapa, Golkar akan mengikuti apa yang menjadi keinginan masyarakat,” ucapnya.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Ulum sapaan akrabnya ini menjelaskan, mekanisme pencalonan bakal calon walikota yang dilakukan oleh Partai Golkar bisa melalui Rapimda (Rapat Pimpinan Daerah) dan Rakorda (Rapat Koordinasi Daerah). Nantinya, dari dua mekanisme ini DPP Partai Golkar akan melakukan 3 tahap survei. Yakni, survei awal, survei penentuan dan survei pemenangan.

“Survei awal ini untuk penjaringan calon, survei kedua untuk menentukan siapa kader yang akan dicalonkan dan survei ketiga untuk melakukan pemenangan pada 27 November 2024. Survei pertama akan dimulai April-Mei yang akan dilakukan oleh DPP Partai Golkar. Surat rekomendasi dari pusat akan keluar pada Juni-Juli mendatang dan komunikasi politik akan dilakukan Juni-Juli 2024 mendatang,” jelas Ulum.

Dalam waktu dekat ini, kata Ulum, DPP Golkar akan mengevaluasi kerja bakal calon yang ditugaskan. Rencananya evaluasi itu akan dilangsungkan pada Sabtu 6 April 2024 Mendatang.

“Besok DPP Partai Golkar akan kumpulkan (bakal calon) di hari Sabtu,” pungkasnya. (Ully/Red)