SERANG, SSC – Sidang Paripurna tentang Penyampaian Hasil Reses I Tahun Sidang 2019-2020 pada DPRD Kota Serang di Ruang Rapat Paripurna Sekretariat DPRD Kota Serang, Jumat (27/12/2019) diawali pernyataan kekecewaan dari Ketua Komisi I DPRD Kota Serang Bambang Janoko. Kekecewaan tersebut lantaran, sidang paripurna berisi penyampaikan keluhan masyarakat tersebut sepi dihadiri pejabat.
Pantauan Selatsunda.com di lokasi, kondisi di gedung paripurna sempat memanas selama 5 menit saat Ketua Komisi I Bambang Janoko melakukan interupsi saat Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Roni alfanto membuka rapat yang saat itu dihadiri Wakil Walikota Serang Subadri.
Bambang mengatakan bila paripurna reses ini sangat penting diikuti oleh seluruh OPD di Lingkup Pemkot Serang. Karena banyak aspirasi masyarakat yang harus segera direalisasikan dan diserap.
“Paripurna ini sangat penting didengar oleh semua OPD. Ternyata tidak ada. Percuma dong kalau mereka tidak hadir. Saya tahu mereka sedang rapat evaluasi di Bandung namun kan jadwal sudah dikirimkan,” ujar Bambang dengan nada kesal.
Bambang menyatakan, hasil reses anggota DPRD Kota Serang sangat penting untuk dipertimbangkan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota Serang. Dengan ketidakhadiran pejabat, menurut dia adalah hal yang memalukan.
“Idealnya para OPD hadir untuk juga bisa mendengar apa yang menjadi keluhan masyarakat. Tapi ini sangat memalukan. Bagaimana bisa mendengar aspirasi warga Serang kalau OPD saja tidak datang di paripurna? Sekarang saja yang hadir cuman Bappeda dan Asda. Terus yang lain kemana?,” kesal Bambang.
Tak hanya itu saja, Bambang juga sempat menyinggung tagline milik Walikota dan Wakil Walikota Serang “Aje Kendor”. Ketidakhadiran pejabat menjadikan tagline Syafrudin-Subadri berubah kendor.
Menanggapi hal ini, Wakil Walikota Serang, Subadri mengatakan akan segera mengevaluasi ketidakhadiran belasan kepala OPD di rapat paripurna reses anggota DPRD Kota Serang tersebut.
“Akan jadi catatan kami dan secepatnya akan kami tindaklanjuti. Apapun catatan dari para wakil rakyat secepatnya akan kami perbaiki,” ujar Badri sapaan akrabnya.
Ia berkilah dengan ketidakhadiran kepala OPD di rapat paripurna tidak menganggu kualitas jalannya proses persidangan.
“Walaupun banyak OPD tidak hadir saat ini tidak akam menganggu penyelenggaran paripurna. Cepatnya akan kita perbaiki,” kilahnya.
Terkait kicauan Ketua Komisi I menyinggung tagline Aje Kendor, Subadri mengaku masih tetap mempertahankan tagline tersebut.
“Aje kendor masih melekat dalam diri saya,” ucapnya. (MG-01)

