Lokasi galian C di Lingkungan Kandang Kurung, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Senin (7/12/2020). Foto Fathul Rizkoh/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Warga di Lingkungan Kandang Kurung, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang mengeluhkan rencana galian C di wilayahnya. Bahkan mereka menolak jika aktivitas galian C akan dilakukan.

Ketua RW 06, Lingkungan Kandang Kurung, Sukmayadi mengatakan, penolakan itu muncul karena warga khawatir dan mulai resah. Aktivitas galian C yang diperkirakan akan merusak jalan yang baru dibangun juga berpotensi berdampak pada lingkungan menyebabkan banjir dan longsor.

“Ya informasi akan ada galian C di sini, tentu kami menolak tegas, karena ini akan merusak jalan, menyebabkan polusi, atau ketika hujan tanah tersebut bisa longsor dan banjir di sekitar jalannya,” kata ditemui di rumahnya, Senin (7/12/2020).

Sejauh ini dari informasi warga, kata dia, tidak ada pihak yang bertanggung jawab dengan rencana aktivitas tersebut. Padahal alat berat yang akan menggali di lahan seluas 1,5 hektar itu sudah ada di sekitar lokasi galian sejak tiga hari lalu.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Saat ini belum beroperasi, dengar dari masyarakat mereka sedang minta izin tapi enggak tahu kemana izinnya karena ke kita mah tidak ada,” ujarnya.

Melihat permasalahan tersebut, katanya, dia bersama warga setempat akan mengirimkan surat keberatan kepada lurah, camat maupun kepala daerah Kota Serang. Hal itu dilakukan supaya pemerintah setempat tidak mudah memberikan izin seperti yang terjadi pada tahun 2018 lalu. Di mana kalau itu aktivitas galian dihentikan oleh pemerintah setempat karena tidak memiliki izin.

“Saya tidak takut kepada siapapun yang bermain di belakangnya, karena ini untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Lurah Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Aris mengatakan, saat ini belum ada pengajuan surat izin dari pihak pengelola untuk melakukan galian C di daerah Gelam tersebut. Ia pun secara tegas akan menolak apabila pengelola datang dan meminta izin.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

“Tentu itu akan merusak dan mengganggu aktivitas masyarakat di sana, khawatir ada hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Aris dikonfirmasi melalui sambungan telepon.

Aris juga menjelaskan, selain akan merusak daerah tersebut, pihaknya pun beralasan tidak memperbolehkan aktivitas galian lantaran tidak sesuai dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Kelurahan Gelam, yang dikhususkan untuk permukiman.

“Lagian dulu juga pernah didatangi oleh Satpol-PP, sama DLH juga pernah ditegur karena tanahnya kan dikomersilkan atau dijualbelikan bukan untuk permukiman,” tandasnya. (SSC-03/Red)