Seorang bocah mengais rezeki di perempatan Lampu Merah PCI, Kota Cilegon, Selasa (28/9/2021). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Manusia silver menjamur di sudut-sudut jalan di Kota Cilegon. Begitu juga yang ada di perempatan Lampu Merah PCI, Selasa (28/9/2021).

Diantara mereka yang mengais rezeki di sudut jalan itu tampak seorang bocah yang melumuri tubuhnya dengan cat warna silver atau perak.

Bocah itu dikenal dengan nama Qois Abadi.
Bocah berusia 14 tahun ini terlihat saat mengais rezeki melumuri cat silver di wajah, tangan dan kakinya. Dia mencoba menarik perhatian pengendara roda dua dan roda empat berharap ada pengendara yang berbaik hati mengisi kotak bekasnya. Meski panas, wajahnya terlihat tetap riang.

Qois mengaku, dirinya sengaja menjadi manusia silver ini agar bisa melanjutkan sekolah ke jenjang SMP (Sekolah Menengah Pertama). Sebab, kedua orang tuanya tak mampu membiayai dirinya untuk bersekolah.

Baca juga  KONI Cilegon Temukan 8 Cabor Terindikasi Berkegiatan Fiktif, Ini Reaksi Walikota Helldy

“Pinginnya sekolah. Tapi gak ada uang untuk bayar-bayarnya. Karena orang tua tidak punya uang, saya jadi seperti manusia silver,” kata Qois, warga asal Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

Ia mengaku, setiap harinya penghasilan yang diperoleh dari mengais di perempatan jalan tidak menentu. Terkadang bisa mencapai Rp 40 ribu perhari. Bila ramai bisa mencapai Rp 100 ribu perhari.

Ia mengaku, sebagian penghasilan yang diperolehnya ditabung untuk biaya sekolahnya kelak.

“Lumayan saja mba. Sebagian penghasilan saya tabung untuk sekolah sisanya untuk makan sehari-hari,” ujarnya.

Ia mengaku menjadi manusia silver karena keterbatasan ekonomi. Anak kedua dari 3 bersaudara pasangan Yanto dan Mulyanti ini
terpaksa mencari pundi-pundi di perempatan jalan demi membantu keluarga dan melanjutkan sekolah.

Baca juga  Korban Laka Truk Tangki Kimia di Tol Merak Dirawat di 2 Rumah Sakit, 23 Orang Diizinkan Pulang

“Kalau ibu bekerja sebagai ibu rumah tangga aja. Bapa kerja jadi badut di sini (Lampu Merah PCI). Sebenarnya, bapak dan ibu tidak suka saya jadi manusia silver di jalan-jalan. Tapi, saya pingin sekolah dan bantu orangtua,” tambahnya.

Ia berharap, ada dermawan atau pemerintah yang bisa membantunya keluar dari kesulitan ekonomi agar bisa kembali menuntut ilmu di sekolah.

“Saya cita-cita ingin jadi TNI. Semoga saja pemerintah bisa bantu keluarga saya dan saya pun bisa melanjutkan sekolah kembali,” pungkasnya. (Ully/Red)