LEBAK, SSC – Kapal Nelayan KM Barokah yang tengah mencari ikan di Perairan Binuangeun, Kabupaten Lebak, tenggelam. Tiga perahu kincang atau katir yang berusaha menyelamatkan nelayan di kapal itu malah turut tenggelam. Diduga kapal dan 3 perahu itu tenggelam karena disapu gelombang tinggi. Dua dari 12 nelayan diatas 4 kapal dan perahu itu dinyatakan hilang.
Informasi yang dihimpun selatsunda.com, kejadian terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu KM Barokah tengah mencari ikan di Perairan Binuangeun. Sekitar 300 meter dari pinggir pantai kapal nelayan itu langsung terbalik. Nelayan setempat yang mengetahui peristiwa itu langsung berusaha menyelamatkan nelayan yang ada diatas KM Barokah tersebut dengan menggunakan katir. Saat melakukan upaya penyelamatan, tiga katir malah turut tenggelam. 10 nelayan yakni Jamiin (50), Ace (40), Itoh (40), Bayu (30), Nurhidin (45), Amad (35), Hendi (38), Midi (25), Ucum (45) dan Enang (30) diketahui berhasil selamat dengan berenang ketepi pantai. Namun dua lainnya yakni Andi (30) dan Rudi (30) dinyatakan hilang.
“Jadi dari informasi yang kita terima, ada 10 nelayan yang selamat dan 2 orang lain bernama Rudi dan Andi, masih hilang, ” ujar Kepala Kantor SAR Banten, Zainal Arifin dikonfirmasi, Kamis (19/7/2018).
Pasca insiden, kata Zainal, Tim Search and Rescue (SAR) Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Banten langsung menuju kelokasi.
“Setelah mendapat informasi, sekitar pukul 11.30 WIB, Tim Basarnas langsung menuju TKP,” tandasnya.
Terkait dengan dugaan kapal dan katir tersebut tenggelam, kata Zainal, diduga saat itu perairan tengah diterjang gelombang tinggi. Akibatnya KM Barokah dan 3 katir yang berusaha membantu, terbalik.
“Informasi dari warga disana, memang ombaknya relatif tinggim estimasi tinggi bak bisa antara 4 sampai 5 meter,” pungkasnya (Ronald/Red)

