Kolaborasi Chandra Asri Group dan Kitaoneus.asia Beri Penyuluhan Pemilahan Sampah Bagi Penyandang Tuli.

JAKARTA, SSC – Merayakan Hari Peduli Sampah Nasional 2024, Chandra Asri Group bekerja sama dengan Kitaoneus.sia memberikan penyuluhan pemilahan sampah dari sumber kepada 50 pengemudi online tuli. Inisiatif ini sekaligus mendorong program inclusion & diversity untuk memberikan akses bagi penyandang tuli dalam peningkatan penghidupan berkelanjutan. PT. Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) – perusahaan solusi kimia dan infrastruktur – bekerja sama dengan Kitaoneus.asia – sebuah organisasi advokasi disabilitas – menggelar penyuluhan bagi 50 pengemudi online tuli untuk memahami secara langsung konsep ekonomi sirkular sekaligus memfasilitasi mereka untuk mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) Gratis.

Program ini sekaligus untuk memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2024 yang jatuh pada 21 Februari 2024 dengan tema “Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif”,” Senin (26/2/2024).

Dalam program ini, seluruh pengemudi online tuli yang berpartisipasi untuk mendapatkan SIM gratis didorong untuk membawa sampah plastik yang dikumpulkan dari rumah mereka. Sampah plastik yang mereka bawa tersebut kemudian ditukar menjadi SIM untuk membantu menunjang kebutuhan pengemudi online dalam bekerja. Pemberian SIM gratis ini juga turut melibatkan Satuan Penyelenggara Administrasi SIM Polda Metro Jaya sebagai institusi berewenang dalam penerbitan SIM.

Sampah plastik yang terkumpul dan ditukarkan dengan SIM akan dikelola lebih lanjut di Industri Pengelolaan Sampah Terpadu Atasi Sampah – Kelola Mandiri (IPST ASARI) binaan Chandra Asri Group yang bertempat di Kelurahan Kota Bumi, Kecamatan Purwakarta Cilegon. Dengan konsep end-to-end plastic waste management, IPST ASARI mengolah sampah plastik bernilai rendah menjadi minyak pirolisis bernama PLUSRI yang dimanfaatkan oleh nelayan serta usaha rumahan di pesisir Pantai Pangaradan, Desa Anyar, Kabupaten Serang, Banten.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Head of Corporate Communications Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan menyampaikan, “Program SIM gratis untuk pengemudi online tuli yang dikombinasikan dengan edukasi tentang pemilahan sampah adalah bagian dari komitmen nyata Chandra Asri Group dalam mempromosikan kesadaran lingkungan dan inklusi serta keberagaman. Inisiatif ini tidak hanya memberikan kesempatan bagi individu dengan kebutuhan khusus untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan, tetapi juga membuka pintu bagi pengemudi online tuli agar mereka mendapatkan fasilitas dan mendapatkan akses dalam bekerja,“ ujarnya.

Chrysanthi melanjutkan bahwa dengan SIM yang diperoleh melalui program penukaran sampah plastik, para penerima dapat mengakses transportasi pribadi sehingga meningkatkan kemandirian mereka dalam mencari pekerjaan.
“Melalui langkah-langkah seperti ini, Perseroan sebagai Mitra Pertumbuhan berharap dapat menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan, serta mendorong kesadaran semua lapisan masyarakat untuk mewujudkan Indonesia Asri. Kami berterimakasih kepada Kitaoneus.asia yang telah berkolaborasi untuk mendukung pengemudi online tuli serta turut dalam edukasi penerapan ekonomi sirkular,” tambah Chrysanthi.

Selain mendorong inklusivitas, Chandra Asri Group sejak 2019 aktif menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam meminimalisir timbulan sampah plastik. Berkolaborasi dengan multi pihak, Perseroan berupaya menghadirkan solusi konkret, khususnya fokus pada jenis sampah plastik yang memiliki nilai rendah agar tidak bocor ke laut.

Baca juga  Pertemuan Komwil III APEKSI di Depok, Wali Kota Helldy Ungkap Bonus Demografi 2045 Jadi Bahasan Utama

Data dari United Nation Environment Programme (UNEP) menunjukkan potensi peningkatan tiga kali lipat sampah plastik yang masuk ke ekosistem akuatik pada tahun 2040, jika tidak ada tindakan yang tegas untuk menangani masalah ini. Salah satu perwujudan ekonomi sirkuler Perseroan adalah pengembangan IPST ASARI, di mana sepanjang tahun 2023 IPST ASARI telah mengkonversi 15,9 ton sampah plastik menjadi 5.944,5 liter minyak pirolisis yang setara dengan minyak tanah, bensin, ataupun solar.

Melalui program ini sampah bernilai ekonomi rendah seperti sampah kantong kresek dan sachet yang tidak diminati pengepul karena berat jenisnya yang ringan tetap dapat bermanfaat dan memiliki nilai tambah. Keberadaan IPST ASARI yang mengubah paradigma pengelolaan sampah menjadi sumber daya bernilai telah membawa perubahan yang nyata pada lingkungan sekitar.

Fasilitas pengelolaan sampah ini memberdayakan masyarakat setempat yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sehati Maju Bersama. Dengan cakupan pengelolaan sampah untuk 1 kelurahan dan kemampuan pengelolaan sampah plastik hingga 8 Ton/ bulan, IPST ASARI menyerap 10 tenaga kerja lokal serta melibatkan 6.808 orang melakukan pemilahan sampah sejak dari sumber. (Ully/red).