CILEGON, SSC – Kecamatan Pulomerak kerap menjadi langganan banjir setiap turun hujan. Hari ini, Kamis (5/8/2021), wilayah yang ada di ujung bagian barat Kota Cilegon ini kembali kebanjiran. Tercatat di wilayah tersebut, ribuan rumah warga di Kelurahan Tamansari terendam.

Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Faturohmi mengaku prihatin dengan kondisi banjir tersebut. Politisi Partai Gerindra ini pun angkat bicara dan menyorot kinerja Pemkot Cilegon.

Ia menilai, Pemkot dalam menangani persoalan banjir di wilayah Pulomerak sangatlah lamban. Bahkan Pemkot juga dianggap tidak serius menangani banjir di Pulomerak.

Ia menyatakan, Pemkot semestinya sudah membuat skema yang matang baik secara jangka pendek dan jangka panjang agar masyarakat tidak terus-menerus terdampak. Selama ini Pemkot dalam penanganan jangka pendek dianggap tidak peka dan hanya sekedarnya. Upaya normalisasi saluran-saluran tidaklah konkret dan menyeluruh.

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

“Normalisasi pun, kita lihat masih sebatas memenuhi kewajiban saja. Masih belum secara menyeluruh. Artinya sampai hari ini, pemerintah belum ada keseriusan dan sangat lamban,” ungkapnya dikonfirmasi, Jumat (5/8/2021).

Ia menilai solusi jangka pendek lain lewat program-program yang kerap dihembuskan Pemkot juga hanya sekedar wacana. Bukti keseriusan penanganannya masih tidak terlihat sampai saat ini.

“Sampai hari ini kita lihat pemerintah dalam menangani banjir hanya masih berwacana. Akan menangani persoalan banjir, tetapi komplitnya dalam bentuk programnya, belum kelihatan,” ungkapnya.

Tidak hanya penanganan jangka pendek yang disoroti, Faturohmi juga mengkritisi tidak terdapatnya skema jangka panjang yang dibuat. Hal itu tergambarkan dalam Rancangan RPJMD Kota Cilegon 2021-2026 yang saat ini tengah digodok panitia khusus (Pansus).

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

Menurutnya, penanganan banjir dengan pembuatan tandon di wilayah Pulomerak semestinya tertuang dalam dokumen Rancangan RPJMD sama seperti di wilayah kecamatan lain. Selain itu, Pulomerak juga perlu pembangunan Daerah Aliran Sungai (DAS) baru. Namun saat ini, rencana tersebut tidak diprioritaskan.

Kembali tegas Faturohmi, wilayah Pulomerak harus menjadi prioritas dalam penanganan banjir secara jangka panjang.
Ia tidak menginginkan Pulomerak untuk ke depannya selalu menjadi wilayah langganan banjir. Maka dari itu, pihaknya meminta Pemkot benar-benar serius menanganinya secara komprehensif dan peka dengan kondisi yang terjadi.

“Saat ini pemerintah seharusnya punya sense of crisis mengenai persoalan banjir. Langkah-langkah secara teknis seperti pembuatan tandon, normalisasi, itu secara serius dilakukan. Bila perlu sekarang ini harus ada pembuatan baru daerah aliran sungai,” tegasnya. (Ronald/Red)