Jamaah haji. Foto : istimewa

CILEGON, SSC -Akibat himpitan ekonomi di kondisi pademi Covid-19, sebanyak 8 calon jamaah haji (calhaj) Kota Cilegon telah mengambil setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) ke Kementrian Agama (Kemenag) Kota Cilegon.

Kepala Kantor Kemenag Cilegon Idris Jamroni merinci dari total 733 calhaj yang mendaftar untuk berangkat ibadah ke tanah suci Mekkah, 8 calhaj diantaranya telah mengajukan pengembalian uang pelunasan. Pengajuan tersebut langsung diproses dan diajukan ke Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) untuk dikembalikan.

“Kalau hasil data, ada 8 orang yang telah menarik uang pelunasan pada pelaksanaan haji tahun ini. Alasan 8 calon jamaah haji ini mengambil uang pelunasan tersebut, karena benar-benar kesulitan ekonomi, belum adanya kepastian dari pemerintah untuk keberangkatan haji serta terdesak kebutuhan,” kata Idris dikonfirmasi Selatsunda.com melalui sambungan telepon, Jumat (6/8/2021).

Baca juga  KPU Cilegon Tindak Lanjuti PAW Anggota DPRD Meninggal Dunia

Idris menyatakan siap mengembalikan dana milik calhaj yang batal berangkat ibadah haji.

“Sebagai konsekuensinya, para jemaah haji yang menarik dana hajinya keseluruhan akan kehilangan nomor antrean pemberangkatan haji. Jika kemudian jemaah tersebut mendaftar, antreannya akan diproses dari awal,” ujarnya.

Kata Idris, pihaknya tidak melarang apabila ada calhaj yang membatalkan pendaftaran. Kantor Kemenag akan tetap menyatakan alasan pembatalan tersebut karena kondisi pandemi.

“Kami sih tidak melarang calon jamaah haji ini mengambil uangnya. Kami juga meminta agar masyarakat bisa bersabar dengan kondisi ini. pemerintah sebenarnya bukan membuat kecewa calon jamaah haji untuk berangkat tapi justru pemerintah ingin melindungi rakyatnya dari pademi Covid-19,” pungkasnya. (Ully/Red)