Salah satu tempat usaha kafe di area Bunderan, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon tak ada pengunjung dimasa PPKM darurat, Belum lama ini. Foto Istimewa

SERANG,  SSC – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Banten mengingatkan pemerintah di 8 kabupaten/kota di Banten untuk membangkitkan perekonomian ditengah pandemi Covid-19 yang sampai saat ini masih belum berakhir.

Kepala KPw BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, salah satu upaya dalam menggerakkan roda perekonomian daerah dengan membantu para pelaku UMKM. Menurutnya, pemerintah perlu melakukan itu karena pademi ini sangat berdampak luar biasa terhadap UMKM.

“Inilah yang harus dilakukan oleh Pemrov Banten agar pelaku UMKM kita ini tetap bangkit. Dengan cara begitu tentu bisa memberikan pencerahan para pelaku UMKM dapat bangkit sehingga mampu memperbaiki meningkatkan pertumbuhan perekonomian,” kata Erwin kepada Selatsunda.com,” Jumat (5/8/2021).

Baca juga  Helldy-Sanuji Dengan Elit Parpol Cilegon Makan Siang Satu Meja, Bicara Konsolidasi Politik?

Untuk menggerakkan UMKM agar dapat bangkit perlu strategi. Kata Erwin, hal itu dilakukan dengan meningkatkan penjualan yakni mulai menfungsikan peran digitalisasi dalam mempromosikan produk pelaku UMKM.

“Peran digitalisasi ini sangat penting diterapkan dalam memasarkan produk para pelaku UMKM tersebut,” tambahnya.

Lanjut Erwin, untuk dapat bertahan lama di masa pademi, seluruh peluang harus dimanfaatkan. Hal itu agar terbukanya peluang pasar yang baru.

“UMKM harus aktif menjemput bola, bukan jaman menunggu, kalau kita tidak bisa menciptakan added value, saya rasa itu agak sulit bertahan, makanya perlu tidak hanya perlu merubah pola pikir, tapi juga bagaimana untuk membangun branding,” pungkasnya. (Ully/Red)