20.1 C
New York
Senin, Mei 25, 2026
BerandaPeristiwaKomisi IV DPRD Cilegon Sorot Masalah Sopir Truk Sampah Nombok Beli Solar...

Komisi IV DPRD Cilegon Sorot Masalah Sopir Truk Sampah Nombok Beli Solar dengan Uang Pribadi

-

CILEGON, SSC – Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon, Erick Airlangga mengomentari adanya kejadian sopir truk sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon yang nombok membeli BBM solar dengan menggunakan uang pribadi. Menurutnya, kejadian itu sangat memalukan dan mencoreng Pemerintah Kota Cilegon.

Erick mengungkapkan, semestinya permasalahan tersebut menjadi konsen Kepala DLH Cilegon, Rasmi Widyani. Karena jika tidak diselesaikan, sopir truk bisa saja mogok kerja. Lalu yang terjadi sampah menjadi tidak terurus.

“Ini memalukan! Semetinya dinas ini konsen dengan tugas dan tanggung jawabnya. Coba bayangkan jika sopir truk sampah ini mogok kerja? Pasti sampah-sampah di Cilegon akan semrawut,” kata Erick kepada Selatsunda.com, Kamis (17/3/2022).

Erick mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. Di mana Walikota Cilegon, Helldy Agustian yang saat ini tengah menata dan mengelola masalah sampah namun yang terjadi sopir truk malah harus menalangi biaya solar dengan uang sendiri.

“Sekarang kan Walikota Cilegon tengah konsen memaksimalkan sampah tapi disisi lain dinasnya sendiri tidak konsen hal ini,” tuturnya.

Politisi Partai Golkar menuturkan, Komisi IV DPRD Cilegon dengan kejadian tersebut berencana akan memanggil DLH untuk meminta penjelasan. Pihaknya akan meminta penjelasan termasuk akan menanyakan terkait Pembangunan Depo Sampah di Purwakarta yang disidik Kejari Cilegon.

“Akan kita (DPRD Cilegon) panggil. Rencana antara Selasa atau Rabu depan. Kami pun ingin meminta penjelasan kepada mereka soal Depo Sampah di Kecamatan Purwakarta. Masa iyah kepala dinas tidak mengetahui depo sampah di Purwakarta. Kan dia punya Sekdis? Seharusnya dia paham dengan hal tersebut. Jangan sampai dinasnya sendiri justru tidak paham visi misi Walikota Cilegon, Cilegon, Modern dan Bermartabat,” tegasnya.

Pada pemberitaan sebelumnya, sopir truk sampah di Kota Cilegon terpaksa merogoh kocek sendiri untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terhadap truk yang dikemudikan.  Selama dua bulan ini, para sopir truk mengeluarkan uang sendiri untuk membeli solar. Salah satu sopir truk sampah pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon yang merahasiakan identitasnya mengaku, prihatin dengan kondisi yang dialaminya dengan rekan sopir lainnya yang harus menalangi biaya solar. “Untuk pembelian solar saat ini menggunakan uang pribadi,” katanya,” Rabu (16/3/2022). (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen
- Advertisment -DEWAN 2