Webinar bertajuk Pilkada Damai Di Tengah Pandemi Untuk Kepentingan Paslon di Kota Cilegon, Selasa (25/08/2020). Foto Istimewa

SERANG, SSC – Bakal Calon Kepala dan Wakil Kepala Daerah yang berkontestasi di 4 kota/kabupaten di Banten diminta untuk benar-benar memperhatikan aturan protokol kesehatan Covid-19 saat pelaksanaan Pilkada 2020. Hal ini disampaikan supaya dalam pelaksanaan pilkada tidak terdapat penularan Virus Corona dan menimbulkan klaster baru.

Diungkapkan Komisioner Bawaslu Banten, Badrul Munir dalam webinar bertajuk Pilkada Damai Di Tengah Pandemi, Selasa (25/08/2020).

Ia mengaku, pihaknya bersama KPU berharap pelaksanaan pilkada serentak pada 09 Desember 2020 terutama pesta demokrasi di Kota Cilegon dapat berjalan kondusif dan sejuk. Meski Covid-19 belum mereda dan ditengah kontentasi pilkada, para kontestan diharapkan bisa bersama-sama satu tujuan yakni mencegah penularan covid-19.

Baca juga  Tak Serahkan PSU, Pengembang Perumahan di Kota Serang Terancam Sanksi Pidana

“Demokrasi tetap jalan, masyarakat harus sehat. Mendagri mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk dukungan pelayanan kesehatan, agar jangan sampai terjadi klaster pilkada,” katanya.

Sementara, Komisioner KPU Banten, Eka Satyalaksmana mengungkapkan, KPU dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19 telah menyiapkan berbagai macam Alat Pelindung Diri (APD) selama pelaksanaan tahapan pilkada. Seperti pada 18 Juli 2020 lalu, petugas KPU Cilegon dalam tahapan pencocokan dan penelitian (coklit) Pilkada selalu menggunakan APD.

“Kita sudah menyediakan masker, face Shield, serung tangan, hand sanitizer, juga sudah kita bekali. Sudah digunakan saat coklit kemarin,” ungkap Eka.

Sementara, penggiat medsos dan sosial dari Fesbukbantennews, Lulu Jamaludin menyatakan, pihaknya bersama Pokja Relawan Banten mengaku siap jika diminta membantu KPU dan Bawaslu untuk menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penularan covid-19 selama pilkada di Kota Cilegon.

Baca juga  Diduga Rem Blong, Truk Pengangkut Cairan Kimia Terguling di SPBU Grogol

Hal itu perlu diantisipasi karena selama tahapan pilkada bisa menimbulkan kerumunan massa, abai dalam memakai masker hingga tidak menjaga jarak aman saat berinteraksi.

“Jangan sampai penyelenggara pemilu menjadi omongan walimurid, karena sekolah tetap daring, tapi pilkada tetap boleh dilaksanakan. Kami dari Pokja Relawan Banten siap membantu penyelenggara pemilu untuk mencegah penularan covid-19,” pungkasnya. (Ronald/Red)