LEBAK, SSC – Warga di Kecamatan Saira, Kabupaten Lebak mengaku cukup kesulitan membersihkan lumpur, puing dan sampah pasca banjir bandang. Warga hanya menggunakan alat seadanya.
Pantauan wartawan selatsunda.com di Kampung Sajira Timur, warga tampak bergotong royong untuk membersihkan lumpur, puing-puing dan sampah. Terlihat, lumpur-lumpur di akses jalan warga sulit dibersihkan karena keterbatasan alat. Lumpur juga sulit dibersihkan di dalam rumah warga karena kepadatannya tampak tebal. Warga tampak hanya menggunakan cangkul bahkan ada juga yang membersihkan lumpu hanya dengan tangan.
“Cangkul aja kan sulit karena mungkin terbawa banjir, sekop juga gak ada, dan pokoknya alat masih kita, masyarakat terbilang benar-benar seadanya pakai tangan membersihkanya,” kata salah satu warga, Jajang Nurjaman di lokasi bencana.

Selain terkendala soal peralatan, Jajang juga mengatakan masih terkendala mobil pengangkut sampah.
“Mobil bantuan pengangkut sampah juga engga ada, tadi kita pinjam ke warga yang sedang ngangkut perabotan rumah,” paparnya.
Selain Jajang, warga lainnya, Andong juga mengaku hal yang sama. Ia mengatakan akibat minimnya peralatan terpaksa beberapa pohon besar yang terbawa arus banjir hingga ke belakang rumahnya tidak bisa diangkat.
“Bantuan tenaga untuk membantu membersihkan juga sangat dibutuhkan agar dapat mempercepat proses pembersihan,”
Jajang berharap pemerintah secepatnya memberikan bantuan penanganan peralatan kebersihan agar puing-puing serta sampah yang berserakan bisa dibersihkan. (MG-01)

