Kota Cilegon Zona Merah covid-19
Pemkot Cilegon menggelar rapat tertutup membahas zona Kota Cilegon yang naik menjadi zona merah, Rabu (23/9/2020). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Pemerintah Kota Cilegon langsung menggelar rapat tertutup membahas naiknya status sebaran Covid-19 dari zona orange menjadi zona merah.

Pemkot pun mulai mengkasifikasikan klaster yang dominan. Dua diantaranya yang terbanyak terpapar Covid-19 adalah klaster industri dan pelabuhan.

Diketahui rapat dipimpin langsung oleh Walikota Cilegon, Edi Ariadi di Kantor Pemkot Cilegon, Rabu (23/9/2020). Hadir juga dalam rapat yakni Wakil Walikota, Ratu Ati Marliati, Sekda, Sari Suryati, jajaran Asda, sejumlah kepala OPD dan perwakilan TNI-Polri.

“Tapi di lihat bu sekda, ternyata dari industri dan pelabuhan. Karena angkanya, masyatakat (terpapar Covid-19) cuman 4. Kalau industri itu berapa belas tadi itu. Industri dan pelabuhan,” ungkap Walikota Edi usai rapat.

Baca juga  Selama Corona, Satpol PP Cilegon Angkut 1.800 Miras Berbagai Merek

Edi menyatakan, pasien yang positif terpapar Covid-19 kota cilegon di dua klaster cenderung lebih banyak dibanding klaster perkantoran.

“Perkantoran justru sedikit. Walaupun saya perintah rapid test, cuman ada 1 orang di Satpol PP, kemudian 4 disini reaktif,” paparnya.

Ia menyebut, pasien yang terpapar di industri dan pelabuhan kebanyakan adalah pekerja. Mereka, kata dia, kebanyakan terpapar di tempat kerja.

Terkait wilayah yang dominan ditemukan kasus Covid-19 kata Edi, pihaknya mencatat terdapat tiga kecamatan di Kota Cilegon yang menjadi perhatian serius. Kasus yang terbanyak di wilayah Cibeber.

“Zona merah di Cilegon itu, ada di Cibeber, Cilegon dan Purwakarta. Kebanyak mereka itu pekerja. Berarti dia terpaparnya dari tempat kerja. Atau karena dia kerja di tangerang dan sebagainya. Itu banyak penelitiannya,” paparnya.

Baca juga  DPRD Cilegon Desak Dinas Perhubungan Selesaikan Masalah PJU Mati

Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 tidak makin meluas, pemkot akan menggelar pertemuan dengan berbagai pihak. Termasuk salah satunya dengan PHRI yang akan membahas tentang hotel/fasilitas lain yang bisa dijadikan tempat sementara untuk isolasi mandiri.

“Nanti kita mau rapat sama PHRI, kemudian raapt sana Ketua MUI, ASDP, rapat sama kaitan dengan develop-nya. Untuk percepatan. Termasuk kaitan pemulasaran dan sebagainya,” bebernya.

“(Klaster Pelabuhan) Saya tadi ke Lanal Banten, saya minta nanti. Saya bersurat langsung ke Lanal bersurat ke KSOP dan sebagainya,” tambahnya. (Ronald/Red)