KPU Kota Cilegon mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu di Gudang Logistik KPU, Jumat (22/12/2023). Tampak petugas menyortir dan meilipat surat suara Pemilu Anggota DPRD Banten Dapil 12. Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Cilegon mulai melakukan penyortiran dan pelipatan surat suara Pemilu 2024 di Gudang KPU Jalan KH Ishak, Kelurahan Ketileng, Kecamatan Cilegon, Jumat (22/12/2023). Penyortiran dan pelipatan surat suara yang dilakukan pertama adalah surat suara Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Provinsi Banten Tahun 2024 Daerah Pemilihan Banten 12.

Pantauan selatsunda.com di lokasi, kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara dimulai sekitar pukul 09.30 WIB. Tampak saat dimulai, belasan petugas penyortir dan pelipat suara melakukan registrasi daftar hadir. Sebelum memulai penyortiran dan pelipatan surat suara, mereka kemudian diberikan pengarahan oleh  Anggota KPU Cilegon Divisi Teknis, Urip Haryantoni dan Ketua Bawaslu Kota Cilegon, Alam Arcy Azhari. Dalam kegiatan juga tampak petugas kepolisian melakukan penjagaan.

Anggota KPU Cilegon Divisi Teknis, Urip Haryantoni mengatakan, petugas yang dilibatkan dalam penyortiran dan pelipatan surat suara sekitar 25-30 orang. Saat ini petugas yang dilibatkan baru 11 orang. Ia menyatakan, petugas yang menyortir dan melipat suara merupakan tenaga profesional.

Baca juga  Satu Anggota KPPS di Kota Cilegon Dikabarkan Meninggal Dunia

“Ini kita pakainya tenaga profesional. Kalau tadi diskusi dengan koordinatornya memang ini juga sudah beberapa, beliau lakukan di beberapa daerah,” ujarnya.

Urip menyatakan, ada sebanyak 331.615 surat suara Pemilu Anggota DPRD Banten Dapil 12 yang dilakukan penyortiran dan pelipatan. Jumlah tersebut termasuk 2 persen surat suara cadangan. Pihaknya menargetkan, penyortiran dan pelipatan dapat rampung dalam 1 pekan.

“Mudah-mudahan apa yang dilakukan ini sesuai dengan target, dibawah 1 Minggu sudah beres lah. Karena yang kita lipat ini kan sesuai dengan jumlah surat suara yang ada,” tuturnya.

Urip meminta agar petugas dapat memperhatikan tata cara penyortiran dan pelipatan surat suara. Jika menemukan surat suara yang rusak seperti hasil cetak warna surat suara tidak merata dan tidak jelas, surat suara sobek, logo partai politik tidak lengkap dan tidak jelas dan foto dan hal lainnya agar dapat dipisahkan.

Baca juga  KPU Cilegon Beri Santunan Rp 42 Juta Kepada Keluarga Anggota KPPS yang Meninggal Dunia

“Mereka sudah tahu, nanti (yang rusak) dipisahkan nantinya. Terutama gambar partai, logo partai, warna, itu yang mereka lakukan. Nanti kalau ada yang rusak, nanti dipisahkan,” terangnya.

“Yang rusak nanti akan dihitung, kita koordinasi dengan KPU Provinsi,” ucapnya.

Sementara, Plt Sekretaris KPU Kota Cilegon, Amir Efendi mengatakan, pihaknya dalam proses penyortiran dan pelipatan surat suara melibatkan sebanyak 30 petugas. Saat ini yang terlibat sebanyak 10 hingga 11 orang.

“Petugas ini dari masyarakat tetapi mempunyai koordinator,” terangnya.

Amir menyatakan, pihaknya telah menganggarkan untuk upah petugas penyortir dan pelipat suara. Setiap surat suara yang disortir dan dilipat diberikan upah Rp 400 perlembar.

“Upah untuk pelipatan Rp 400 perlembar kepada masing-masing petugas,” pungkasnya. (Ronald/Red)