PT Krakatau Osaka Steel mengekspor besi beton ke Myanmar sebanyak 2.715 ton. Tampak besi beton tengah di angkut do Pelabuhan Krakatau Bandar Samudra, Kota Cilegon, Jumat (4/10/2019). Foto Istimewa

CILEGON, SSC – PT. Krakatau Osaka Steel (KOS) kembali mengekspor produksi besi betonnya keluar negeri. Kali ini, perusahaan patungan antara PT. Krakatau Steel dengan Osaka Steel Co Ltd mengirimkan besi beton ke negara Myanmar sebanyak 2.715 ton.

Human Resources Director KOS, Dwi Bagoes Endrijansja mengatakan, ekspor besi beton ini menjadi momentum yang penting bagi KOS dan KS Grup. Dengan pengiriman itu menunjukan ada perbaikan kinerja dan kondisi industri baja mulai berangsur membaik.

“Dengan ini pun, kami menunjukan bahwa produk KS grup bisa diterima secara internasional. Kegiatan ekspor ini tidak berhenti disin saja tapi akan terus kita lakukan,” ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Bagoes menerangkan, ekspor ini merupakan pengiriman produk kali kedua setelah sebelumnya KOS berhasil mengirim sekitar 200 ton keluar negeri. Saat ini, kata dia, produk KOS mulai di respon positif karena telah dipercaya
oleh pasar baja luar negeri.

“Secara kualitas, yang kita kirim ini memenuhi pasar luar negeri. Kita ekspor ke Myanmar ini dengan standar ASTM A615, standart amerika,” paparnya.

KOS mengirim dua produk besi beton ke Myanmar dengan spesifikasi ukuran berdiameter 16 sampai 32. Besi beton dengan nilai kontrak penjualan kurang lebih Rp 19 miliar ini digunakan untuk pembangunan Proyek The Tarmwe Serviced Apartment dan Myanmar Railways Head Quarter. Rencananya KOS akan kembali mengekspor ke Myanmar sebanyak 2.900 ton pada Desember mendatang.

“Intinya, memang ada pasar yang kita dapatkan. Memang ada target ekspor, tapi kita cari pasarnya disana. Jadi produk kita di coba disana dan diterima, lalu kita ekspor,” terangnya.

Pihaknya berharap, sekalipun saat ini pasar baja domestik masih lesu namun dengan ekspor ini optimis dapat memberikan harapan kemajuan bagi industri baja KOS dan nasional.

“Diharapkan ekspor kali ini dapat menumbuhkan nilai ekspor Indonesia yang kinerjanya diproyeksikan meningkat pada Semester II 2019, mengingat sektor besi dan baja menjadi satu dari tiga yang mencatat pertumbuhan kinerja ekspor Indonesia,” pungkasnya. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here