20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
Beranda Peristiwa Krisis Rantai Pasok Global, Lotte Chemical Indonesia Jaga Stabilitas Fokus Pasokan Domestik

Krisis Rantai Pasok Global, Lotte Chemical Indonesia Jaga Stabilitas Fokus Pasokan Domestik

0
373
Suasana di pabrik PT Lotte Chemical Industri, Kota Cilegon saat kegiatan flaring, Rabu (20/5/2025). Foto Ronald/Selatsunda.com

JAKARTA, SSC – Di tengah meningkatnya tekanan terhadap rantai pasok global akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah, Lotte Chemical Indonesia (LCI) terus berupaya menjaga stabilitas pasokan bagi industri hilir dan manufaktur nasional. Gangguan di kawasan Selat Hormuz telah berdampak signifikan terhadap ketersediaan bahan baku utama seperti nafta dan LPG.

Adanya kondisi tersebut, LCI dengan aktif melakukan berbagai langkah alternatif mengamankan pasokan bahan baku dari sumber-sumber lain demi menjaga keberlangsungan produksi dan memenuhi kebutuhan pelanggan.

Direktur Management Support PT Lotte Chemical Indonesia, Cho Jin-Woo menegaskan, LCI memprioritaskan alokasi persediaan produk dan kapasitas produksi yang tersedia saat ini sebagian besar untuk pasar domestik Indonesia. Distribusi pasokan dilakukan secara terukur guna menjaga stabilitas industri hilir nasional.

“Dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini, prioritas utama kami adalah menjaga keberlangsungan pasokan bagi industri dalam negeri. LCI terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk meminimalkan dampak gangguan terhadap pelanggan, sekaligus mendukung stabilitas sektor manufaktur nasional,” ungkap Cho dalam rilis pers yang diterima Selatsunda.com, Selasa (8/4/2026).

LCI Seiring dengan upaya tersebut juga melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“LCI hingga saat ini masih beroperasi namun dengan menurunkan tingkat produksinya, dikarenakan rute pengadaan bahan baku telah diubah akibat hambatan logistik yang ada. Kami mengevalusi setiap hari untuk memastikan situasi terkini yang transparan seiring berkembangnya kondisi,” terangnya.

Cho menguraikan, LCI dalam mengatasi hal ini mencari dukungan strategis dari Pemerintah Indonesia, dengan mengidentifikasi setidaknya empat poin penting untuk intervensi. Yakni penyederhanaan regulasi untuk mempercepat proses impor bahan baku, penerapan bea masuk 0% untuk LPG sebagai bahan baku, dan bantuan fiskal sementara untuk mengimbangi lonjakan eksponensial dalam krisis rantai pasokan global.

“Termasuk bantuan untuk mengupayakan jalur keluar yang aman bagi kapal pengangkut bahan baku LCI yang saat ini tertahan di Selat Hormuz,” paparnya.

Cho juga menegaskan bahwa dukungan tersebut akan memberikan keamanan yang sangat penting, tidak hanya untuk situasi saat ini tetapi juga untuk industri domestik yang lebih luas di masa depan.

“Kami berharap pemerintah dapat membantu memastikan ketersediaan energi dan dukungan kebijakan yang tepat sasaran agar aktivitas produksi kami tetap berlanjut dan memberikan dampak positif bagi program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah,” tambahnya. (Ronald/Red)