KSOP Banten Siapkan Skenario Antisipasi Cuaca Buruk saat Nataru 2026

0
639
Suasana kapal saat sandar dan labuh di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon. (Foto Dokumentasi)

CILEGON, SSC – Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Banten menyiapkan skenario manakala terjadi cuaca buruk di pelabuhan penyeberangan di Banten saat Pelaksanaan Angkutan Libur Natal dan Tahun Baru 2026.

Kepala KSOP Banten, Capt. Bharto Ari Raharjo mengatakan, saat ini pihak memiliki standar operasional prosedur (SOP) untuk mengantisipasi cuaca buruk saat Nataru 2026 nanti di empat pelabuhan yang akan digunakan untuk pelayanan penyeberangan. Bharto mengungkapkan, bilamana terjadi cuaca buruk gelombang tinggi dan kecepatan angin melebihi 20 knot, maka skenario yang diambil adalah dengan menunda aktivitas penyeberangan sementara.

“Kita kan sebetulnya sudah ada SOP kalau cuaca ektrem, ombak dua meter, dan angin 20 knot lebih, nah itu nanti akan kita stop dermaga,” ujar Bharto usai rapat koordinasi di Dermaga eksekutif Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Belum lama ini ditulis Selatsunda.com, Rabu (10/12/2025).

Saat penundaan aktivitas penyeberangan itu, kata Bharto, pihaknya akan berkoodinasi dengan BPTD Banten terkait pengaturan jadwal kapal. Sementara untuk lalu lintas, pihaknya berkoordinasi dengan Ditlantas Polda Banten.

“Nanti kita akan kolaborasi dengan, kalau jawal kapal nanti kami berkoordinasi dengan BPTD. Untuk jalan kita koordinasi dengan Dirlantas,” ungkapnya

Tentunya manakala terjadi cuaca buruk ada rencana kontigensi yang dijalankan di 4 pelabuhan penyeberangan. Skenario itu, dengan menjalankan delaying sistem dan mengalihkan kendaraan ke buffer zone yang tersedia.

“Tentunya dari 4 dermaga itu kan ada kontigensi-kontigensi plan yang bisa kita alihkan dan bufer zone area yang sudah siapkan. Disitu nanti ada delaying sistem yang disiapkan juga agar para calon penumpang dapat terakomodasi,” paparnya.

Dalam pelaksanaan Angkutan Nataru 2026 ini, kata Bharto, ada sebanyak 79 kapal yang disiapkan. 17 kapal diantaranya saat ini belum dapat beroperasi dan 5 kapal lain tidak sama sekali bisa beroperasi.

Dari 17 kapal tersebut yang belum beroperasi, kata dia, masih dilakukan uji kelaikan.

“Total sekarang saat ini 79 kapal, yang belum dapat beroperasi 17 kapal dan tidak beroperasi 5 kapal. Nah nanti kita lihat, langkah mereka sudah memenuhi kriteri keselamatan baru mereka bisa dinyatakan layak beroperasi, yan ada 17 kapal tadi,” ucapnya.

“(17 kapal belum beroprasi) masih diproses sampai tanggal 12 Desember. 17 kapal itu ada yang docking, ada yang rusak, ada yang masih memenuhi persyaratan dan sebagainya, masih berproses,” pungkasnya. (Ronald/Red)