Tingkatkan Performa, BPRS Cilegon Mandiri Sinergi dengan Pemkot Kelola Dana Daerah

0
195
Direktur Utama PT BPRS Cilegon Mandiri, M Yoka Desthuraka. Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri tengah berupaya keras untuk melakukan perbaikan signifikan di tahun 2025.

Direktur Utama PT BPRS Cilegon Mandiri, M Yoka Desthuraka mengakui bahwa kondisi perusahaan masih belum membaik. Terlebih lagi, pada tahun ini pihaknya harus menyelesaikan dan menutupi kerugian perusahaan. Meskipun demikian, BPRS Cilegon Mandiri terus berkomitmen meningkatkan performa. Salah satunya dengan mendukung program Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon.

“Yang perlu ditekankan saat ini, bagaimana kita bisa terus melekat dan bersinergi dengan Pemkot Cilegon selaku orang tua dari BPRS CM. Sinergi dengan pemerintah tentunya akan lebih memperkuat dan meningkatkan eksistensi serta performa dari BPRS CM,” kata Yoka ditemui di DPRD Cilegon, Rabu (10/12/2025).

Kata Yoka, selama ini Pemkot Cilegon begitu mendukung performa di BPRS Cilegon Mandiri. Salah satunya, dengan sejumlah program dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) serta penyaluran pembiayaan dikelola langsung di BPRS Cilegon Mandiri.

“Dua program utama yang dikelola langsung oleh kami (BPRS CM) mulai dari pencairan honor RTRW dengan perangkatnya hampir mencapai 2.500. Selain itu, pencairan honorer untuk Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 3.486 baru. Saya berharap Pemkot  Cilegon bisa kembali memberikan dukungan penuh dengan melibatkan BPRS dalam pelayanan kepada perangkat-perangkat ini, mulai dari PPPK hingga RTRW, meskipun disadari BPRS bukan merupakan Bank Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” ujar Yoka.

Kata Yoka, ia pun menyadari jika dibandingkan dengan bank umum pada umumnya yang telah memiliki ATM (Anjungan Tunai Mandiri) atau mobile banking, BPRS Cilegon Mandiri masih menggunakan proses manual di conter (frontliner).

“Kalau di counter harus berbondong-bondong sekian ribu orang, nah itu pasti ngejam pelayanan. Oleh karena itu, strategi penambahan sumber daya manusia (SDM) akan dilakukan secara hati-hati dan bertahap. Penambahan SDM, khususnya untuk Customer Service (CS) dan Frontliner, akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kapasitas pelayanan agar “bakat (kapasitas pelayanan) tidak dikalahkan dengan ambisi,” jelas Yoka.

Disinggung soal target laba di 2025, pihaknya saat ini masih terus berfokus pada upaya menutupi kerugian akumulatif. BPRS Cilegon Mandiri memprediksi tahun ini belum menoreh laba.

“Untuk tahun 2026, manajemen masih menyusun estimasi. Informasi mengenai target nominal keuntungan baru akan disampaikan setelah semester I (pertama) tahun 2026 berakhir,” pungkas Yoka. (Ully/Red)