Jenasah salah satu pekerja anak perusahaan PT Indoferro dipulangkan kerumah duka dari RSUD Cilegon, Kamis (2/8/2018). Foto Elfrida Ully Artha/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Kecelakaan kerja yang menewaskan Abdul Muin di areal pabrik dari anak perusahaan PT Indoferro, Kelurahan Cikepuh, Kecamatan Ciwandan, Cilegon masih diselidiki Polsek Ciwandan. Tewasnya pekerja dari sub kontraktor PT Indocoke dibawah naungan PT Atap Zincalume ini diduga kuat karena kelalaian dari pemberi kerja ketika melaksanakan Standar Operasional Prosedur pekerjaan diatas area ketinggian.

“Kita masih menduga korban ini apakah ada kelalaian dengan tidak memenuhi SOP (Standard Operational Procedure) dari pihak perusahaan yang menyebabkan korban meninggal dunia,” kata Kanit Reskrim Polsek Ciwandan, Iptu Sudibyo Wardoyo kepada wartawan di RSUD Cilegon,” Kamis (2/8/2018).

Untuk mengungkap penyebab laka kerja tersebut, masih kata Subdiyo, Polsek tengah menyelidiki kejadian itu secara intensif. Sejumlah saksi dilokasi dimintai keterangan untuk mendalami laka itu.

“Kita sedang periksa saksi-saksi yang berada di lokasi. Korban meninggal ini karena sedang memasang atap dengan ketinggian 8 meter dengan mengenai luka bagian belakang,” pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Kecelakaan kerja di pabrik industri kembali terjadi di Kota Cilegon. Salah satu pekerja dari anak perusahaan PT Indoferro yang berlokasi di Kelurahan Cikepuh, Kecamatan Ciwandan, tewas saat melakukan kerja diarea ketinggian. Diduga pekerja dari PT Atap Zincalume yang merupakan Sub Kontraktor PT Indocoke ini terjatuh dari ketinggian 8 meter ketika akan memasang atap. (Ully/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here