Foto Dok Lapas Cilegon

CILEGON, SSC – Lapas Kelas II Kota Cilegon terus melakukan pelatihan kepada warga binaan untuk berketerampilan menghasilkan produk kreatif. Sayangnya, produk yang dihasilkan belum dikenal luas masyarakat karena terkendala pemasaran.

Kepala Seksi Kegiatan Kerja pada Lapas Kelas IIA Cilegon, Aditya Jatari mengatakan, selama ini hasil karya yang dihasilkan warga binaan terbilang beragam. Beberapa diantaranya produk mebeler, produk kue kering dan hasil perkebunan yakni buah melon.

Namun, kata dia, seluruh produk itu belum secara kontinu diproduksi. Karena warga binaan hanya memproduksi sesuai pesanan.

Ia mengaku, Lapas dalam memasarkan produk hasil karya warga binaan masih terkendala khususnya dalam memasarkan produk ke luar lapas.

Baca juga  Pelabuhan Merak Terapkan Aturan Baru untuk Menyeberang, Ini Syaratnya

“Selama ini kita terbentur bagaimana memasarkan produk yang kami miliki selama ini. Karena selama ini, seluruh narapidana hanya kami berikan pelatihan sementara untuk produksi maupun pemasaran kami masih sangat kesulitan,” kata Aditya kepada Selatsunda.com ditemui di Lapas Cilegon, Belum lama ini.

Sejauh ini, kata dia, belum ada perhatian dari Pemerintah Kota Cilegon untuk membantu pihaknya. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan perhatian penuh dari Pemkot  bisa membantu dalam memasarkan hasil karya warga binaan.

“Kami ingin pemerintah bisa membantu memasarkan produk miliki para pelaku UMKM di dalam ini (Lapas Cilegon). Jadi ketika nanti mereka keluar dari sini, mereka bisa bangga hasil produksinya banyak peminat,” tambahnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Gelontorkan Rp 2,3 Miliar Bangun 4 Palang Pintu

Senada dengan Aditya, Kasubsi Bimbingan Kerja dan Pengolah Hasil Kerja pada Lapas Cilegon, Ade Irawan Sutrisno memaparkan, selama di dalam tahanan, para napi tersebut diberikan pelatihan di bidang perkayuan, bidang bakery, tata boga, P3MK (Persatuan Pengelolaan Usaha dan Makanan Khusus) dan hidproponik.

“Pelatihan-pelatihan yang kami lakukan untuk para napi ini sangat simpel sehingga bisa dipahami oleh mereka. Untuk total warga binaan yang dilatih UMKM ada 60 orang. Kami berharap, adanya peran Pemkot Cilegon untuk memasarkan produk yang dihasilkan oleh para napi di sini,” harapnya. (Ully/Red)