Para murid mengenakan masker saat pembelajaran tatap muka (PTM) hari pertama masuk sekolah di SDN Ketileng 1, Lingkungan Ketileng Timur, Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon. Foto Dokumentasi Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon mengklaim selama 3 pekan pembelajaran tatap muka (PTM) belum menemukan klaster sekolah.

“Sampai saat ini Insya Allah belum ditemukan cluster sekolah. Semoga tidak ada laporan apapun selama PTM berjalan,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Cilegon Ismatullah dikonfirmasi, Minggu (24/9/2021).

Ismatullah memastikan, jika Dindik menemukan klaster sekolah selama PTM digelar langsung memutuskan untuk melakukan karantina.

“Jika ada info terdapat klaster sekolah, saya akan putuskan untuk lockdwon sekolah tersebut selama 14 hari. Karena dalam menjalankan PTM ini, kami cukup berbagi-hati sekali,” ujarnya.

Sejauh ini, pihaknya dalam melaksanakan PTM mengikuti protokol kesehatan Covid-19 yang ada.

Jika menemukan siswa maupun guru mengalami sakit pilek, batuk dan demam, kata dia, PTM tidak diperkenankan untuk digelar. Kemudian, para pedagang di luar halaman sekolah juga diingatkan untuk selalu menggunakan masker jika ada siswa yang membeli jajanan.

Baca juga  Buruh di Cilegon Geruduk Kantor Walikota, Tuntut UMK 2022 Naik 10 Persen

“Ini peringatan keras bagi sekolah. Dan jangan sekali-kali untuk melanggar aturan yang sudah ditetapkan ini,” tegas Ismat.

Lebih lanjut, Ismatullah menyatakan pihaknya sudah memiliki standar penanganan jika ditemukan kasus positif di sekolah, yakni dengan melakukan tracing, testing dan treatment, serta sekolah ditutup sementara selama 3 x 24 jam untuk dilakukan penyemprotan disinfektan.
(Ully/Red)