Dirjen Hubdar Kemenhub RI, Budi Setyadi diwawancara awak media usai rapat koordinasi Persiapan Angkutan Lebaran 2019 di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (3/5/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Impelmentasi manifes penumpang masih menjadi salah satu perhatian serius yang dibahas pada persiapan Mudik Angkutan Lebaran 2019 di Pelabuhan Merak.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Budi Setyadi mengatakan, sistem manifes di Pelabuhan Merak pada mudik Lebaran tahun ini akan menggunakan sistem baru yang dijalankan PT ASDP. Kedepan, data pemudik sudah langsung terekam di dalam sistem.

“Manifes ini sudah akan ada perubahan. Kan dari ASDP sudah kerjasama dengan Telkom juga Kementerian Dalam Negeri, terkait menyangkut single identification untuk KTP. Jadi begitu orang membeli dengan menggunakan by system, manifes itu sudah tercatat disana,” ujar Budi usai┬árapat koordinasi di Pelabuhan Merak, Kota Cilegon, Jumat (3/5/2019).

Penerapan sistem manifes ini masih akan diuji coba terlebih dahulu sebelum pelaksanaan angkutan Lebaran. Maka dari itu, Budi meminta agar ASDP sudah bisa memulai sosialisasi ke pengguna jasa.

“Jadi saya minta ke ASDP untuk mulai sekarang melakukan sosialisasi untuk masyarakat membeli tiket dengan menggunakan sistem yang ada di ASDP ini. Jadi jangan beli secara manual, karena akan lama untuk manifesnya,” paparnya.

Sementara, Direktur Komersial dan Pelayanan ASDP, Yusuf Hadi mengutarakan, sistem manifes yang bakal di uji coba pada 13 Mei ini akan menerapkan dua cara. Penerapan manifes pada cara pertama dapat dilakukan secara online. Implementasinya masih sebatas pengisian data penumpang dan pembelian tiket tetapi belum sampai pada penjadwalan kapal. Untuk mempermudah pelayanan ini, ASDP menggadeng penyedia aplikasi pembayaran online.

“Tahun ini kita mempersiapkan digitalisasi sistem dari end to end. Jadi masyarakat nanti sudah bisa membeli dari online. Online itu tapi belum berjadwal, dia hanya reservasi, membeli tiket dan mengisi data. Kenapa belum berjadwal, karena kita perlu sinkronisasi dengan seluruh kapal di pelabuhan, ini butuh waktu,” paparnya.

“Kita sudah meng-hired payment gateway supaya bisa membuka point of sales kita di berbagai tempat,” sambung Yusuf.

Pada cara kedua, kata dia, pengguna jasa dapat mengisi manifes secara offline. Data penumpang dapat cepat terekam hanya dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) saat masuk pelabuhan.

“Bagi yang offline, yang datang langsung ke pelabuhan, itu membeli tiket, KTP-nya tinggal di tap. Tidak perlu diketik, sudah masuk ke sistem. Itu sangat akurat dan sangat cepat,” terangnya.

Kedua cara ini, lanjutnya, diklaim dapat mempercepat pelayanan sekaligus memenuhi Standar Pelayanan Minimum (SPM) kepelabuhanan.

“Jadi masyarakat sebelum sampai ke pelabuhan, mereka sudah bisa mengisi lewat online. Jadi dalam perjalanan di mobil, dia bisa mengisi. Tapi yang belum tahu informasi, dia bisa di pelabuhan, tapi lebih cepat tap-nya. Contohnya dia masih antre di pelabuhan, kita sudah himbau, langsung pakai aplikasi,” pungkasnya. (Ronald/Red)

Komnetar anda tentang berita diatas?