Peneliti IMPAC Raymond Siregar tengah memaparkan hasil survei kepuasan pelanggan BPRS Cilegon Mandiri kepada awak media, Senin (15/5/2023). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Lembaga survei independen yakni Industri and Monetary Policy Analysis Centre (IMPAC) melakukan survei kepuasan nasabah di BUMD Kota Cilegon yakni Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS-CM). Dari hasil survei yang dilakukan sejak awal 2023, menyatakan angka Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 86,68 atau mendapat nilai baik.

Peneliti IMPAC Raymond Siregar mengatakan, survei kepuasan nasabah BPRS-CM telah dilakukan pada 15 Maret hingga 31 Maret 2023 lalu. Penilaian kepuasan pelanggan di BUMD ini diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 14 tahun 2017 tentang pedoman Survei Kepuasan Masyarakat terhadap Penyelenggaraan Pelayanan Publik.

“Selama 15 Meret hingga 31 Maret, kami meminta penilaian dari konsumen dan nasabah di BPRS-CM. Penilaian nasabah ini mulai dari ASN (Aparatur Sipil Negara), pedagang/pengusaha,” kata Raymond Siregar kepada awak media, Senin (15/5/2023).

Kata Raymond beberapa penilaian yang disurvei oleh Peneliti IMPAC, yakni, sistem peminjaman, deposit dan penabung dengan total 9.889 nasabah. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah metode probability sampling dengan teknik penarikan sampel menggunakan stratified random sampling.

Baca juga  Walikota Cilegon Helldy Kumpulkan Pejabat di Rumah Dinas, Apa Yang Dibahas?

“Riset IMPAC menemukan bahwa kinerja aspek layanan yang dilakukan oleh BPRSCM dinilai efisien dan telah memenuhi ekspektasi nasabah. Hal ini berarti aspek layanan yang menurut nasabah sangat penting telah memiliki kinerja yang baik,” tambahnya.

Raymond menjelaskan, dalam riset ini, IMPAC juga menyusun Indeks Kepuasan Konsumen atau Nasabah terhadap kinerja BPRS-CM dalam mutu pelayanan. Dari pengolahan berbagai indikator, BPRS-CM memperoleh indeks 86,68 yang termasuk dalam kategori B.

“Tak hanya itu, dari pengolahan terhadap 15 indikator kepuasan nasabah, BPRSCM memperoleh nilai rata-rata 3,47 yang berarti kinerja BPRSCM dinilai baik oleh nasabah. Dengan kata lain, nasabah merasa puas dengan kinerja BPRSCM,” jelasnya.

Raymond mengungkapkan, meskipun BPRS-CM pernah tersandung kasus korupsi, namun, manajemen menunjukan eksistensinya dan bangkit untuk meningkatkan kinerjanya.

“Meskipun belum genap 2 tahun pasca tersangkut kasus, mereka (manajemen BPRS-CM) terus bangkit memperbaiki kinerja mereka. Ini semua atas kerja keras dan support penuh dari Pak Helldy Agustian (Walikota Cilegon),” ungkapnya.

Baca juga  Pemkot Cilegon Masih Kaji Rencana Pemindahan RKUD ke Bank Banten

Menanggapi hal ini, Direktur Bisnis BPRS-CM Yoyo Hartoyo mengatakan, ditunjuknya lembaga survei independen yakni  Industri and Monetary Policy Analysis Centre (IMPAC) karena IMPAC telah menunjukan eksistensinya selama ini. Bahkan, penilaian yang dilakukan pun bukan setinggan dari pihak manapun.

“survey mereka cukup independen,” tuturnya.

kalau kita survey hasilnya buat di setting buat apa,” sambung Yoyo.

Diakui Yoyo, BPRS-CM yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Cilegon dinilai berhasil bangkit dari keterpurukan.

“Banyak keinginan yang kita dapat dari nasabah kita dari hasil survei seperti mobile banking. Sistemnya sedang kita ajukan ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Pelayanan, keramahan, kecepatan akan kita tingkatkan,” terangnya.

Nasabah BPRS-CM saat ini mayoritas pedagang. Namun, pihaknya akan memaksimalkan nasabah dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Saat ini, upaya ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Cilegon tetap gencar dilakukan.

“Masalah pelayanan, segala macam, kotak saran, saya fikir akan lebih cepat kita sediakan,” pungkasnya. (Ully/Red)