:
Foto Ilustrasi (Sumber: Unicef.org)

CILEGON, SSC – Ada sebanyak 5 pejabat di Kota Cilegon yang sudah menjadi orangtua asuh guna mengentaskan masalah stunting di Kota Cilegon. Hal ini disampaikan oleh Wakil III Bidang Perencanaan dan Pelaporan pada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Cilegon, Bambang Widiatmoko.

Kelima pejabat itu diantaranya Walikota Cilegon, Helldy Agustian, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB),  Lia Nurlia Mahatma, Kepala BKSDM Cilegon, Joko Purwanto, Kepala Bappedalitbang Cilegon, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Cilegon, Wilastri Rahayu dan Camat Purwakarta, Suadilah.

Bambang mengatakan, saat ini bantuan yang terkumpul dari 5 pejabat orangtua asuh penanganan stunting telah mencapai Rp 31 juta.

Baca juga  Seleksi Calon Paskibraka Cilegon 2024 Dijamin Tak Ada Titipan

“Baru 5 pejabat yang sudah memberikan sumbanganya untuk persoalan stunting. Yaitu, Pak Walikota Cilegon, Kepala DP3AP2KB, Kepala Bappedalitbang, Kepala BKSDM dan Pak Camat Purwakarta. Sebenarnya, target pemerintah anggaran yang harus terhimpun mencapai Rp 400 juta tetapi saat ini baru Rp 31 juta,” kata Bambang kepada Selatsunda.com ditemui di Aula Diskominfo Setda Kota Cilegon, Senin (27/11/2023).

Bambang menjelaskan, pengumpulan dana dari program bapak asuh ini selanjutnya akan disalurkan ke masing-masing kelurahan di Kota Cilegon sesuai dengan pengajuan proposal. Setiap kelurahan akan mendapatkan anggaran sebesar Rp 7,5 juta.

“Jadi bentuknya bukan uang. Melainkan dapur umum. Kenapa dapur umum? Kami khawatir uang tersebut akan disalahgunakan oleh keluarga terdampak stunting untuk kebutuhan lain,” ungkapnya.

Baca juga  Besok, Sebanyak 110 Tenaga Honorer Cilegon Dilantik Jadi Tenaga PPPK

“Masing-masing lurah lah yang mengajukan proposal kepada kami (Baznas) Cilegon. Kami berikan bukan bentuk uang melainkan pembuatan dapur umum untuk membuat makan siap saji,” sambungnya.

Untuk memaksimalkan penurunan stunting, lanjut Bambang, pihaknya meminta peran serta DP3AP2KB Kota Cilegon untuk lebih aktif dalam menurunkan angka stunting di Kota Cilegon.

“Prinsipnya, kami menerima, tapi kami mendorong  DP3AP2KB untuk mengigatkan kembali kepada OPD karena ini sebagai leader, kalau leader tidak bergerak jadi penurunan stunting tidak menurun. Kami (Baznas) hanya menerima dananya dari penyaluran dana tersebut,” pungkasnya. (Ully/Red)