CILEGON, Selatsunda.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Kota Cilegon pada tahun ini mencapai sebanyak 588 orang. Faktor penyebabnya beragam mulai dari masalah penggunaaan narkoba hingga putus cinta.
“Faktor penyebab tingginya penderita gangguan jiwa karena faktor ekonomi, penyalagunaan narkoba, beban pikiran yang berat hingga persoalan putus cinta,” ujar Kepala Bidang P2P Dinkes Kota Cilegon Febrinaldo ditemui di ruang kerjanya, Senin (10/10/2022).
Febrinaldo menjelaskan, jumlah tersebut terbilang tinggi. Jika dibandingkan dengan 2021 lalu, jumlah ODGJ mencapai 580 orang.
“Dari 2021 ke 2022 terjadi peningkatan hampir 1 persen. Kalau usia yang paling banyak mengalami gangguan jiwa di usia produktif dan mayoritas penderitanya adalah pria,” katanya.
Febri menambahkan, salah satu langkah yang dilakukan Dinkes Cilegon dalam menyelesaikan persoalan gangguan jiwa di Kota Cilegon, yakni terus melakukan skiring setiap bulan ke setiap puskesmas serta pengobatan gratis dengan menghadirkan dokter spesialis jiwa.
“Jika dilihat dari graficnya, gangguan jiwa terdapay di wilayah Kecamatan Citangkil yang mencapai 212 gangguan jiwa,” tambahnya.
Sementara itu, Penanggungjawab Program Penanganan ODGJ pada Dinkes Kota Cilegon, Bainatul mengatakan, pada 2022 ini ada penambahan data kasus ODGJ baru sebanyak 8 orang. Sebelumnya ada 580 jiwa yang mengalami ODGJ.
“Saat ini ada 9 Dokter Spesialis Jiwa yang MoU (kerjasama) dengan kita, keliling melakukan pelayanan di 9 Puskesmas yang ada di Cilegon,” tuturnya.
Dalam setahun, sambung Bainatul, satu Puskesmas dua kali didatangi Dokter Spesialis Jiwa untuk pemeriksaan ODGJ. Namun, setiap bulan pasien ODGJ ini mengambil obat ke Puskesmas yang ada di Cilegon untuk pengibatan gratis.
“Adanya 76 ODGJ yang belum menjalani pengobatan gratis di Puskesmas lanyaran faktor ekonomi, tidak ada kendaraan untuk ke Puskesmas setiap bulannya, ada yang merasa tidak mengalami gangguan kesehaatan mental, padahal hasil skrining kita merupakan ODGJ,” tutupnya. (Ully/Red)

