20.1 C
New York
Kamis, April 16, 2026
BerandaPemerintahanLima Warga Cilegon Terjangkit Penyakit Sipilis, Ini Sebabnya

Lima Warga Cilegon Terjangkit Penyakit Sipilis, Ini Sebabnya

-

CILEGON, SSC – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mencatat sedikitnya ada 5 warga yang terjangkit penyakit kulit akibat hubungan seksual, yakni sifilis.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat dr. Febri Naldo mengatakan, dari total 3.802 yang diperiksa menggunakan test Triple Eliminasi yang dilaksanakan di 9 puskesmas dan 5 rumah sakit di Kota Cilegon, ditemukan ada 5 orang yang terjangkit penyakit sipilis.

“Dari 5 orang ini, 2 orang merupakan ibu hamil dan 3 orang pasien umum,” kata Febri kepada Selatsunda.com dikonfirmasi, Senin (29/5/2023).

Febri menambahkan, pada 2022 pasien yang menderita penyakit sipilis di Kota Cilegon mencapai 10 orang. 10 orang ini terdiri dari 6 ibu hamil dan 4 diluar ibu hamil.

“Pada 2023, 2 ibu hamil yang terjangkit sipilis, hanya 1 yang diobati. Sedangkan di 2022, dari 6 ibu hamil yang menderita sipilis, 5 orang ibu hamil yang menerima pengobatan sedangkan 1 ibu hamil tidak mau diobati,” tambah Febri.

Masih kata Febri, masyarakat yang terjangkit penyakit sifilis sendiri rata-rata di usia produktif. Mereka yang terjangkit dilatar belakangi karena melakukan hubungan seks bebas, atau bergonta-ganti pasangan dalam berhubungan badan.

“Selama ini yang terkena sifilis di usia produktif seperti 20 hingga 40 tahun. Bilamana ada indikasi penyakit tersebut, harap segera ke puskesmas terdekat atau ke rumah sakit agar bisa segera tertangani dan tidak semakin parah,” lanjut Febri.

Pencegahan penyakit sifilis sendiri hanya bisa dilakukan oleh masyarakat itu sendiri, karena penyakit ini menular karena adanya hubungan seks bebas dan suka bergonta-ganti pasangan.

“Bisa hal ini terjadi ketika si pasien suka bergonta-ganti pasangan seperti dilakukan di tempat-tempat prostitusi terselubung,” tutur Febri.

Febri menjelaskan, sekali suntik BV (Benjatin Venisilin) atau dikenai biaya Rp 600 ribu untuk sekali suntik.

“Kita bersyukur mendapatkan hibah dari Provinsi Banten untuk BV. Namun, BV yang diberika  tidak banyak. Mengigat, kasus hepatitis Cilego  kecil dan kalau banyak-banyak khawatir basi,” pungkasnya. (Ully/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen