CILEGON, SSC – Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Cilegon, Edi Ariadi menegaskan, akan memberikan sanksi berat kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lingkungan Pemkot Cilegon yang mangkir pada hari pertama kerja usai libur panjang Hari Raya Idul Fitri. Sanksi itu lewat pemotongan tunjangan hingga 50 persen.

“Saya ingin ASN yang mangkir di hari pertama libur lebaran, langsung kita (Pemkot,red) potong tunjangan hingga 50 persen. Saya harus tegas untuk masalah kedisiplinan pegawai ini. Jika ada ASN tidak masuk tanpa alasan alias membolos, saya akan potong tunjangan mereka 50 persen,” kata Edi saat ditemui pada sebuah acara di Polres Cilegon, belum lama ini.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Subhi meminta agar Pemkot lewat Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) bisa bersikap tegas jika mendapati ASN mangkir di hari pertama kerja.

“BKPP harus bisa bersikap tegas dengan pemotongan tunjangan hingga 50 persen ini. Sangat pantas jika pemberian sanksi tegas ini diberlakukan untuk pegawai,” ujarnya.

Untuk mengawasi etos kerja ASN di hari pertama kerja, kata Subhi, Komisi I akan melakukan monitoring ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Cilegon.

“Nanti saya hubungi kawan-kawan. Bilamana sepakat, kami akan bergerak untuk melakukan monitoring di hari pertama kerja nanti,” katanya. (Ully/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here