Direktur PDAM Cilegon Mandiri, Taufiqurrohman. (Foto Dok Selatsunda.com)

CILEGON, SSC – PT PDAM Cilegon Mandiri mulai menyiapkan langkah antisipasi dalam menghadapi musim kemarau. Khususnya membantu masyarakat di beberapa wilayah yang biasanya mengalami kesulitan atau kekurangan air bersih.

Direktur PDAM Cilegon Mandiri, Taufiqurrohman mengatakan, biasanya pada musim kemarau terdapat beberapa wilayah di Cilegon yang mengalami kesulitan air bersih. Diantaranya wilayah Kecamatan Grogol dan Merak. Untuk menangani itu, kata Taufiqurrohman, pihaknya menyiapkan strategi dengan akan mendistribusikan air bersih dengan mobil tangki.

“Bagi daerah yang kekeringan kita menggunakan mobile, menggunakan mobil tangki. Jadi kita siapkan untuk (antisipasi) itu,” ujarnya, Selasa (11/7/2023).

Taufiqurrohman mengaku, sampai saat ini di dua wilayah itu memang belum terdapat jaringan pipa. Pihaknya biasanya dalam membantu menangani masyarakat yang kesulitan air mendistribusikan air bersih dengan menggunakan mobil tangki.

Baca juga  Pansus Raperda RPJPD Bedah Total Pembangunan Kota Cilegon di 2025-2045

“Sekarang kan memang di Grogol Merak belum ada (jaringan pipa). Untuk memasok air kesana (perbukitan) dengan melihat kebutuhan minimal. Kalau melihat kebutuhan, pasti banyak. Yang penting bisa untuk air minum, mandi dan sebagainya. Karena selama ini mereka punya safety, seperti tadah hujan. Seperti di Batu Lawang, ada penampungan untuk beberapa bulan kedepan,” ungkapnya.

“Biasanya kita naik kesana (perbukitan), nggak bisa dengan mobil besar, paling truk yang kapasitas 4 kubik,” ucapnya.

Taufiqurrohman menyatakan, pihaknya secara jangka panjang dalam menangani persoalan kekurangan air bersih di Grogol dan Pulomerak juga tengah membangun kerja sama dengan PT Krakatau Tirta Industri (KTI). Di mana pada 2024 nanti dalam kerja sama itu, PDAM Cilegon Mandiri mendapat komposisi 9 persen.

Baca juga  Kisah Pelajar Cilegon, Bayu Bakhtiar Sukses Raup Omset Puluhan Juta, Ini Bisnisnya

Apabila kerja sama telah terealisasi, kata Taufiqurrohman maka akan dibangun jaringan pipa. Dengan adanya pembangunan jaringan pipa itu maka persoalan masyarakat yang kekurangan air bersih diharapkan dapat tertangani.

“Kita akan ada rencana kerja sama mendapatkan air dari KTI, kita sudah diberikan untuk titik serahnya. Jadi KTI akan memasok ke PT Lotte, kita akan mendapatkan air yang 9 persen. Apabila dipasok 300 liter perdetik, kita mendapatkan 27 liter perdetik,” ujarnya.

“Artinya nanti 2024, jaringan kita itu nanti sampai disana, sampai ke arah Merak. Jadi kalau nanti terpasang jaringan pipa, dengan kontribusi KTI untuk PDAM, insya Allah akan mendekatkan dengan masyarakat sehingga disitu cepat tertangani,” pungkasnya. (Ronald/Red)