Mapolda Banten menggelar pengungkapan kasus perkara tindak pidana pencurian waralaba, Kamis (3/10/2019). Foto Ronald/Selatsunda.com

SERANG, SSC – Dua komplotan pencurian yang kerap beraksi membobol waralaba dan kios kelontongan di wilayah Banten, ditangkap polisi. Bahkan pelaku terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur saat diamankan.

Dua komplotan dibekuk Tim Ditreskrimum Polda Banten di tempat berbeda. Komplotan pertama yang dipimpin oleh Rendra Wigunai ditangkap di daerah Warunggunung, Kabupaten Lebak. Rendi ditangkap bersama Tri Gunawan, dan Deri Yanuar.

Dari hasil introgasi dan pengembangan, Muhammad Sholeh yang menjadi penadah langsung diamankan Tim Resmob Polda Banten. Atas pengakuannya, komplotan lainnya yakni Abdul Herman, Ahmad Muhammad dan Umar Hamzah dibekuk petugas. Mereka ditangkap di daerah Cilingcing, Jakarta Utara.

“Modus pelaku melakukan penggerusakan kunci gembok pada pintu rollingdoor waralaba dan kios grosir, menggunakan gunting pemotong besi dan kunci lettee L dan T yang dimodifikasi,” ujar Kabid Humas Polda Banten, Kombes pol Edy Sumardi saat gelar pengungkapan kasus perkara di Mapolda Banten, Kamis (3/10/2019).

Edy menjelaskan, selain mengamankan 7 tersangka, penyidik juga mengamankan berbagai barang bukti hasil jarahan pelaku. Beberapa diantarannya 2 unit televisi dan puluhan sembako berbagai jenis dan rokok.

“Untuk motifnya yang bersangkutan tidak bekerja dan seluruh hasil ini digunakan untuk keperluan pribadi, pembelian narkoba dan foya-foya,” bebernya.

Sementara itu, Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Banten, AKBP Asep Sukandarusman mengatakan, dua dari 7 pelaku saat ditangkap melakukan perlawanan. Pihaknya terpaksa melumpuhkan dengan timah panas.

“Karena dalam hal ini melakukan perlawanan, mencoba kabur, kaptennya Mamad dan kemudian Rendra yang juga kaptennya kita lumpuhkan,” paparnya.

Diketahui, ketujuh tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP ayat 4e dan 5e. Mereka terancam paling lama 7 tahun penjara. (Ronald/Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here