20.1 C
New York
Selasa, Juni 16, 2026
BerandaPemerintahanTiba di Jayapura, Tim Pemprov Banten Langsung Data Warga dan Dirikan Posko

Tiba di Jayapura, Tim Pemprov Banten Langsung Data Warga dan Dirikan Posko

-

JAYAPURA, SSC – Tim Kemanusiaan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten yang dibentuk Gubernur Banten, Wahidin Halim untuk mengevakuasi warga Banten pasca kerusuhan Wamena telah tiba di Jayapura, Provinsi Papua. Mereka tiba pada Kamis (3/10/2019) pukul 06.00 WIT.

Setelah mendarat di Bandara Sentani, Jayapura, tim gabungan yang terdiri dari unsur Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo SP), dan unsur Taruna Siaga Bencana (Tagana) ini langsung melakukan pendataan warga yang tertahan pasca kerusuhan.

Tim yang dikomandoi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten E Kusmayadi mulai mendata warga Banten yang berada di pos pengungsian Masjid Aqsa, Sentani.

“Informasi awal, sudah ada sekira 16 orang yang telah terdata di wilayah Sentani. Sebanyak 9 warga asal Kota Serang dan 7 warga asal Kabupaten Serang,” ujarnya.

Tim Kemanusiaan Pemprov Banten bersama warga Banten saat tiba di Papua.

Sampai saat ini, kata Kusmayadi, pendataan masih terus dilakukan karena dari informasi awal yang dihimpun masih ada beberapa warga yang tersebar di daerah lain seperti Wamena, Waena dan AB Jaya. Sementara, untuk warga yang sudah terdata sedang dilakukan assesment validasi data administrasi kepulangangan.

Tim saat ini masih melakukan dialog dengan warga Banten dan assesment oleh petugas Tagana Banten yang dipimpin Kepala Dinas Sosial Banten, Nurhana sambil menunggu warga lainnya untuk didata dan dievakuasi.

“Kita sedang lakukan assesment dan pendataan biar segera dipulangkan sesuai arahan Pak Gubernur,” ungkapnya.

Selain mendata, tim juga mendirikan posko kemanusiaan. Posko didirikan untuk mempermudah proses evakuasi dan pendataan kepulangan warga. Sejauh ini, papar Kusmayadi, tim mendapatkan laporan ada 6 jiwa lagi warga Banten yang berada di Wamena. Keenam orang tersebut sedang dievakuasi untuk dibawa ke posko di Sentani.

“Pemantauan juga akan terus kita lakukan di beberapa posko pengungsian untuk mencari pengungsi orang Banten,” papar dia.

Kusmayadi menambahkan, tim kemanusiaan Banten di lapangan juga dibantu aparat keamanan setempat. Ia juga menyampaikan bahwa pengungsi dari Banten yang berhasil ditemukan dalam keadaan sehat dan tidak ada yang menjadi korban luka-luka atau meninggal dunia. Dari data yang terkumpul, warga Banten tersebut mayoritas berprofesi sebagai pedagang bubur dan repot serta seorang guru.

“Tim rencananya akan melakukan penyisiran sampai Senin (7/10/2019) mendatang. Untuk kepulangan nanti situasional sambil mengumpulkan yang lain,” jelasnya.

Informasi terakhir terdapat 15 jiwa atau 6 Kepala keluarga yang meminta dipulangkan Ke Banten saat ini sedang disiapkan data dan identitasnya. Sementara warga lainnya saat ini tengah disisir, dipantau dan didata ke posko lain dan ada 4 posko sedang dikoordinasikan. (Ronald/Red)

Redaksi Selatsunda
Redaksi Selatsundahttps://selatsunda.com
Sajian informasi dikemas dengan tulisan berita yang independen

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini