20.1 C
New York
Selasa, Februari 10, 2026
Beranda Peristiwa Mendukbangga Sambangi Cilegon, Perkuat Tim Pendamping Keluarga Dalam Penyaluran MBG

Mendukbangga Sambangi Cilegon, Perkuat Tim Pendamping Keluarga Dalam Penyaluran MBG

0
162
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atau Kepala Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia (BKKBN RI), Wihaji saat acara penguatan TPK di Kelurahan Cikerai, Kota Cilegon, Kamis (6/2/2026). Foto Elfrida Ully/Selatsunda.com

CILEGON, SSC – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji mengunjungi Kota Cilegon, Kamis (5/2/2026). Mendukbangga Wihaji datang untuk memperkuat keberadaan para Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Kota Cilegon.

Keberadaan TPK disebut sebagai garda terdepan dari pemerintah untuk dapat menyalurkan Makanan Bergizi Gratis (MBG) khususnya bagi ibu hamil, ibu menyusui, balita non-PAUD (3B).

Langkah ini merupakan implementasi dari Perpres 115 Pasal 47 yang menugaskan TPK untuk mendistribusikan MBG kepada sasaran khusus.

“Sasaran utama pendistribusian MBG ini adalah kelompok 3B: Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita non-PAUD. Tadi Pak Walikota (Robinsar) di Cilegon baru ada 5 dapur atau Satuan Pelayanan Pemunuhan Gizi yang beroperasi di Cilegon, pemerintah telah menyiapkan total 35 dapur untuk mengoptimalkan layanan,” kata Wihaji usai melakukan konsolidasi penguatan kader pendamping keluarga di Kelurahan Cikerai.

Terkait dengan masih adanya kota/kabupaten di Indonesia yang belum memiliki SPPG, Wihaji mengaku, jika saat ini pihaknya masih melakukan pendataan dan ada juga yang masih melakukan percobaan. Namun, khusus di Kota Cilegon, berdasarkan hasil laporan Walikota, Robinsar, saat ini sudah ada sekitar 30 lebih SPPG diharapkan salah satunya dapat digunakan untuk MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita non Paud.

“Dari distribusi itu pak kok ada yang belum dapat? Karena memang belum ada yang dapat dari SPPG ya, adanya memang lagi pendataan, dan ada juga yang lagi percobaan,” jelasnya.

Terkait kendala teknis di lapangan, Menteri Wihaji mengakui adanya beberapa dinamika, termasuk persoalan kemasan makanan yang sempat viral karena menggunakan kantong plastik. la memastikan pihaknya telah memberikan teguran dan edukasi kepada tim di lapangan agar kejadian tersebut agar tidak terulang.

“Kita edukasi, jangan diulangi lagi. Harapan kita adalah memberikan pelayanan terbaik. Terkait insentif, sudah ada juknis dari BKN bahwa setiap pengantaran (ompreng) ada biaya pengganti ongkos sebesar Rp1.000. Ini menjadi pegangan bagi seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Indonesia,” tambahnya.

Program MBG ini diharapkan menjadi pendorong utama dalam menekan angka prevalensi stunting di Indonesia. Wihaji memaparkan target pemerintah untuk menurunkan angka stunting dari 19,8% menjadi 18% di tahun ini, dengan target akhir 14% pada tahun 2029.

Selain asupan gizi, Menteri juga menyoroti pentingnya ketahanan keluarga dan kesehatan mental. Merespons kasus tragis yang menimpa anak-anak di daerah lain, ia meminta kader TPK untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis keluarga di lingkungan. Pada kesempatan yang sama, Wali Kota Cilegon, Robinsar mengatakan, kesiapannya mendukung penuh program pusat.

Sementara Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cilegon, dr Lendy Delyanto mengapresiasi kedatangan Mendukbangga Wihaji ke Kota Cilegon. 

“Izin kalau saya belum tepat memberikan informasi, karena saya baru satu hari menjabat kepala DP3AP2KB Kota Cilegon. Tapi hasil komunikasi saya dengan kepala DP3AP2KB Kota Cilegon sebelumnya, OPD kami belum termasuk tim TPK, tapi nanti akan kami komunikasi dengan tim yang ada di tingkat Kota Cilegon,” pungkasnya. (Ully/Red)