Petugas BMKG Kota Serang memeriksa prakiraan cuaca. (Foto Dokumentasi)

SERANG, SSC – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang telah memetakan sejumlah wilayah di Kota Serang yang rawan bencana banjir dan longsor saat musim penghujan tiba.

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan pada BPBD Kota Serang, Muhammad Tofan Wiguna, di Kontor BPBD Kota Serang mengatakan, terdapat tiga kecamatan di Kota Serang yang rawan terjadi bencana banjir dan longsor. Pertama, daerah yang rawan banjir terletak di Kecamatan Kasemen serta Cipocok. Sedangkan daerah yang rawan longsor di wilayah Cilowong, Kecamatan Taktakan.

“Daerah Kasemen itu daerah rawan banjir, air laut pasang, di hantam air dari sungai. Sedangkan, daerah Cipocok ada kemungkinan mengalami banjir tergantung bagimana intensitas curah hujan, kalau di Cilowong itu bukan banjir tetapi longsor” ujarnya dikonfirmasi, Kamis (24/9/2020).

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Untuk mengantisipasi hal tersebut, kata dia, BPBD telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak dengan mengirim surat imbauan kepada seluruh OPD, kecamatan serta kelurahan di Kota Serang. Karena musim penghujan berdasarkan informasi BMKG Kota Serang diprakirakan terjadi pada bulan Oktober mendatang.

Selain itu, pihaknya pun telah menggerakan anggota tangguh bencana di setiap kelurahan agar memberikan informasi kepada masyarakat dimasing-masing wilayahnya.

Lebih lanjut, BPBD juga mengimbau kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya. Yakni dengan tidak menutup area resapan air dengan beton atau semen.

“Bukannya sudah ada aturannya, kalau di setiap bangunan minimal ada daerah resapan air. Jadi tanah itu jangan di semen semua,” lanjutnya.

Baca juga  Penyanyi Kapal Ditemukan Tewas di Kontrakan di Merak Cilegon, Diduga Jadi Korban Pembunuhan

Oleh karena itu, sambungnya, masyarakat diharapkan dapat mebingkatkan kesiap siagaan menghadapi bencana banjir di musim penghujan nanti. Adapun barang yang dianggap penting agar disimpan di tempat yang lebih tinggi dan diperkiraan tidak terkena banjir.

“Jika terjadi bencana, masyarakat bisa menghubungi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana,” pungkasnya. (SSC-03/Red)